Kupang (ANTARA News NTT) - General Manajer East Cruise Komodo, Monika mengatakan kehadiran kapal wisata KMP Komodo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, tidak akan merampas rezeki yang telah menjadi haknya kapal-kapal pesiar.

"Saya rasa kehadiran kapal wisata KMP Komodo tidak akan merampas rezeki yang telah menjadi haknya kapal cepat (speed boat) East Cruise," kata Monika saat dihubungi Antara dari Kupang, Kamis (6/12).

Ia dikonfirmasi terkait dengan kekhawatiran sejumlah pemilik kapal wisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur terhadap rencana operasi kapal wisata KMP Komodo mulai 12 Desember 2018.

Kapal wisata KMP Komodo milik PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry ini untuk melayani kebutuhan wisatawan dalam upaya menunjang pembangunan pariwisata di Labuan Bajo dan sekitarnya.

Menurut Monika, pandangan sejumlah pemilik kapal terhadap KM Komodo itu terlalu berlebihan, karena rezeki itu telah diatur dan bagaimana caranya untuk mendapatkannya.

Kehadiran KMP Komodo ini menjadi hal yang sangat kompotitif bagi usaha kapal wisata di Labuan Bajo. "Siapa yang memberikan pelayanan terbaik, pasti akan mendapat peminatnya. Itu saja," ujarnya.

Ia menambahkan para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara tidak semuanya akan menggunakan kapal wisata milik PT ASDP Indonesia Ferry itu saat mengeliling pulau-pulau di sekitar Labuan Bajo.

Baca juga: KMP Komodo beroperasi mulai 12 Desember 2018
Baca juga: Kenaikan tarif TNK untuk menjaga kelestarian Komodo

"Ada yang suka kapal cepat, dan ada pula yang suka kapal yang berjalan lamban seperti KMP Komodo. Semuanya itu kembali kepada selera dan kemauan konsumen," ujarnya.

Monika mengatakan East Cruise Komodo sendiri memiliki dua kapal cepat. yakni satu kapal berkapasitas 30 penumpang dan satu kapal lagi bisa menampung 40 orang.

"Harga tiketnya mencapai Rp1,3 juta dengan menyinggahi enam lokasi wisata yakni Pulau Padar, Pantai Berpasir Pink, Pulau Komodo, Pulau Kanawa serta Taka Makassar," katanya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh General Manager KM Sipuliang Labuan Bajo Andi Alfian saat dihubungi Antara dari Kupang.

Alfian justru merasa khawatir dengan kehadiran kapal wisata KMP Komodo itu, karena dinilainya bisa mematikan usaha kapal wisata yang beroperasi di Labuan Bajo selama ini.

"Kalau dari sisi perusahaan, kami tidak terlalu khawatir dengan kehadiran KMP Komodo tersebut, namun dampaknya terhadap kapal-kapal kecil yang melayani wisatawan selama ini," ujarnya.

KM Sipuliang adalah kapal wisata jenis pinisi, yang sekali sewa bisa mencapai Rp60 sampai Rp70 juta, dengan melintasi sejumlah pulau wisata sesuai keinginan wisatawan.

 "Terkadang wisatawan menyewanya sampai 3 - 4 hari agar bisa menikmati semua objek wisata yang ada di Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo (TNK)," katanya.

Baca juga: Kenaikan tarif masuk TN Komodo masih normatif
Baca juga: NTT pegang kendali pengelolaan TN Komodo Kapal wisata milik PT ASDP bernama KMP Komodo saat tiba di Labuan Bajo, Manggarai Barat. (ANTARA Foto/Humas ASDP Labuan Bajo)
 

Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024