Sebanyak 120 dosen dan tenaga kependidikan menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya atas pengabdian selama 10, 20, hingga 30 tahun.
Rektor Undana Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng. yang bertindak sebagai pembina upacara turut menjadi salah satu penerima penghargaan tersebut.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Undana Dr. Rolland E. Fanggidae, M.M. mengatakan peringatan Hardiknas menjadi momentum bagi perguruan tinggi untuk menunjukkan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Undana harus menunjukkan kehadiran yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Penghargaan Satyalancana yang kami terima merupakan bukti kehadiran negara dalam setiap pelayanan ASN, sekaligus motivasi untuk memberikan kinerja terbaik bagi institusi,” katanya usai menerima penghargaan masa bakti 10 tahun.
Sementara itu, penerima Satyalancana 20 tahun Dr. Yakob Aboladaka, S.Pd., M.Si. menyoroti pentingnya ruang kreativitas bagi tenaga pendidik tanpa dibatasi regulasi yang terlalu kaku.
“Pendidik perlu diberi ruang untuk mengembangkan diri tanpa intervensi aturan yang berlebihan yang justru kerap memicu polemik. Selain itu, kesejahteraan tenaga pendidik tetap menjadi faktor kunci dalam peningkatan kinerja demi mendidik generasi bangsa,” ujarnya.
Baca juga: Kemenkum NTT memperkuat pelindungan desain industri di Undana
Baca juga: Undana dan LLDIKTI memperkuat sinergi perguruan tinggi di NTT
Wakil Dekan FKIP Undana Dr. Jakobis J. Messakh, S.Pd., M.Si. menambahkan tantangan dunia pendidikan masih kompleks sehingga penghargaan tersebut harus menjadi pemacu peningkatan mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia.
“Hardiknas adalah momen bagi kita di Undana untuk mengakui bahwa persoalan pendidikan itu tetap ada. Penghargaan ini harus menjadi dorongan untuk terus memperbaiki mutu pendidikan dan kualitas SDM, serta menularkan kompetensi tersebut kepada mahasiswa secara konsisten,” katanya.
Upacara penyematan pin dan penyerahan sertifikat dilakukan secara simbolis di hadapan civitas akademika Undana.
Melalui peringatan Hardiknas 2026, Undana menegaskan komitmennya untuk terus mencetak sumber daya manusia unggul bagi Nusa Tenggara Timur dan Indonesia sekaligus mendorong penguatan kebijakan pendidikan tinggi yang inklusif dan progresif.