Polairud NTT diharapkan semakin profesional dalam bertugas
Rabu, 4 Desember 2019 18:45 WIB
Kapolda NTT Irjen Pol Hamidin saat memberikan kata sambutan pada upacara syukuran HUT ke-69 Polairud Polda NTT di Kupang, Rabu (4/12/2019). (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)
Kupang (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur Irjen Pol Hamidin mengharapkan agar diusianya yang ke-69 ini, Kepolisian Air dan Udara (Polairud) Polda NTT semakin profesional dalam menjalankan tugasnya.
'Saya harapkan Polairud khususnya di wilayah Polda NTT bisa semakin profesional dalam bertugas mengamankan wilayah laut NTT sehingga tidak terjadi berbagai kasus pelanggaran hukum di wilayah kita," katanya kepada wartawan di Kupang, Rabu (4/12).
Hal ini disampaikan usai menghadiri acara syukuran memperingati hut ke-69 Polairud yang dihadiri juga oleh sejumlah Forkompimda wilayah NTT.
Jenderal polisi berbintang dua itu menilai bahwa saat ini Polairud NTT diusianya yang terus berkembang selalu mendapatkan sarana dan prasarana yang memadai.
Baca juga: Polairud Gelar Kegiatan Sambang Nusa
Baca juga: Polisi Amankan Pelaku Penangkapan Penyu Hijau
Oleh karena itu, dengan prasarana yang memadai, tentunya sumber dayanya juga harus ditingkatkan untuk mengimbangi sarana prasarana yang ada.
"Namun walaupun fasilitas seperti kapal patroli belum memadai, tetapi harus selalu berkoordinasi dengan masyarakat dan instansi terkait agar penanganan berbagai kasus kejahatan di laut bisa diatasi bersama," tambah dia.
Mantan Kapolda Sulsel itu juga menambahkan dengan akan dibangunnya polres baru di lima daerah di wilayah Polda NTT tentunya akan ada personel polair yang akan disiapkan
"Sekarang kan kita sedang siapkan polres-polres baru juga, nah saat ada polres baru tentunya akan ada penambahan personel dan fasilitas untuk polair tentunya pengamanan wilayah laut akan lebih kecil," tambah dia.
Ia pun mengimbau kepada seluruh personel Polair Polda NTT untuk menjaga wilayah perairan NTT, agar tidak dikeruk habis sumber daya lautnya oleh para pencuri ikan atau pelaku ilegal fishing. Tim gabungan Polair dan Brimob Polda Maluku bersama anggota Polres Aru yang anggota Polres Arumenemukan dua jasad mengapung di sekitar perairan Dobo, Kabupaten Kepuauan Aru dan telah diserahakn ke RSUD Cenderawasih, Selasa. (27/8/2019) (ANTARA FOTO/Daniel Leonard)
'Saya harapkan Polairud khususnya di wilayah Polda NTT bisa semakin profesional dalam bertugas mengamankan wilayah laut NTT sehingga tidak terjadi berbagai kasus pelanggaran hukum di wilayah kita," katanya kepada wartawan di Kupang, Rabu (4/12).
Hal ini disampaikan usai menghadiri acara syukuran memperingati hut ke-69 Polairud yang dihadiri juga oleh sejumlah Forkompimda wilayah NTT.
Jenderal polisi berbintang dua itu menilai bahwa saat ini Polairud NTT diusianya yang terus berkembang selalu mendapatkan sarana dan prasarana yang memadai.
Baca juga: Polairud Gelar Kegiatan Sambang Nusa
Baca juga: Polisi Amankan Pelaku Penangkapan Penyu Hijau
Oleh karena itu, dengan prasarana yang memadai, tentunya sumber dayanya juga harus ditingkatkan untuk mengimbangi sarana prasarana yang ada.
"Namun walaupun fasilitas seperti kapal patroli belum memadai, tetapi harus selalu berkoordinasi dengan masyarakat dan instansi terkait agar penanganan berbagai kasus kejahatan di laut bisa diatasi bersama," tambah dia.
Mantan Kapolda Sulsel itu juga menambahkan dengan akan dibangunnya polres baru di lima daerah di wilayah Polda NTT tentunya akan ada personel polair yang akan disiapkan
"Sekarang kan kita sedang siapkan polres-polres baru juga, nah saat ada polres baru tentunya akan ada penambahan personel dan fasilitas untuk polair tentunya pengamanan wilayah laut akan lebih kecil," tambah dia.
Ia pun mengimbau kepada seluruh personel Polair Polda NTT untuk menjaga wilayah perairan NTT, agar tidak dikeruk habis sumber daya lautnya oleh para pencuri ikan atau pelaku ilegal fishing. Tim gabungan Polair dan Brimob Polda Maluku bersama anggota Polres Aru yang anggota Polres Arumenemukan dua jasad mengapung di sekitar perairan Dobo, Kabupaten Kepuauan Aru dan telah diserahakn ke RSUD Cenderawasih, Selasa. (27/8/2019) (ANTARA FOTO/Daniel Leonard)
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polisi bilang tersangka penangkapan penyu hijau diancam lima tahun penjara
16 February 2024 14:45 WIB, 2024
DKP NTT gandeng Polair Manggarai edukasi nelayan Reo tentang perizinan
13 September 2020 16:52 WIB, 2020
Terpopuler - Politik & Hukum
Lihat Juga
Menteri PPPA: Penanganan kasus kekerasan seksual harus berperspektif korban
15 February 2026 11:04 WIB
KPK mendalami kaitan rangkap jabatan Mulyono dengan kasus restitusi pajak
15 February 2026 11:01 WIB
Presiden Prabowo: Kami tahu ada yang mengganggu Indonesia, kami tidak bodoh
14 February 2026 8:24 WIB
Eks Dirut PT PIS dituntut 14 tahun penjara pada kasus dugaan korupsi minyak
14 February 2026 8:16 WIB
Anak Riza Chalid dituntut 18 tahun penjara pada kasus dugaan korupsi minyak
14 February 2026 8:14 WIB
Gubernur NTT menegaskan proses hukum pihak memanipulasi data warga miskin
13 February 2026 18:36 WIB