Empat warga hilang di perairan Sabu Raijua
Kamis, 14 Mei 2020 22:13 WIB
Petugas berupaya melakukan pencarian terhadap empat korban yang hilang di perairan laut Sabu Raijua. ANTARA/HO-BPBD Sabu Raijua
Kupang (ANTARA) - Empat warga Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT) termasuk salah seorang nelayan, dilaporkan hilang di wilayah perairan laut wilayah itu, pada Selasa (12/5) dan Rabu (13/5).
Ke-empat warga itu adalah Thimotius Tina Geta (nelayan), Karel Ga (Ga Ga), Dominggus Bire (Gome) dan Bernabas Titu Mako (Bobo Titu), kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sabu Raijua, Ndu Ufi, yang menghubungi ANTARA dari Sabu Raijua, Kamis (14/5) malam.
Dia menjelaskan, Thimotius Tina Geta adalah warga RT 18, RW 09, Desa Kolorae, Kecamatan Raijua yang dilaporkan hilang pada Selasa, (12/5) sekitar pukul 12.30 WITA saat sedang memancing ikan.
Menurut laporan, sekitar pukul 05.00 WITA korban pergi melaut sendiri untuk memancing ikan, namun mesin perahu mengalami kerusakan sehingga berusaha memperbaiki sendiri.
Pada pukul 11.30 WITA, korban sempat ditolong oleh nelayan lain (pelapor) dengan cara menarik perahu menggunakan tali tetapi tali terputus.
"Kemudian pelapor pergi ke darat mencari tali dan melapor kepada Kepala Desa Kolorae dan pada pukul 12.30 WITA ketika pelapor dan kawan-kawan pergi mencari korban, tidak ditemukan lagi," katanya.
Baca juga: Nelayan yang hilang diselamatkan kapal pengangkut beras
Sementara tiga orang lainnya yakni Karel Ga (Ga Ga), Dominggus Bire (Gome) dan Bernabas Titu Mako (Bobo) dilaporkan hilang pada Rabu, (13/5) sekitar pukul 16.00 WITA.
Tiga warga ini menurut dia, menggunakan kapal fiber 2 GT Mandiri untuk mengantar bibit rumput laut ke Desa Lederaga, dan direncanakan kembali pada pukul 16.00 WITA.
"Tetapi sampai saat ini tidak ada informasi, karena korban tidak membawa handphone atau alat komunikasi untuk melakukan kontak dengan keluarga atau sahabat," katanya.
Dia mengatakan, telah berusaha melakukan pencarian ke arah Pulau Sumba dan Pulau Rote dengan kapal Napuru, namun belum membuahkan hasil.
"Sampai sore ini, Kamis, (14/5) kami masih berupaya melakukan pencarian, namun karena gelombang laut cukup tinggi sehingga jangkauan pencarian juga terbatas," katanya.
Baca juga: Seorang nelayan hilang di perairan Paga, Sikka
Dia mengaku, telah berkoordinasi dengan kepala operasi Basarnas Kupang untuk membantu pencarian korban, tetapi sejauh ini belum ada komunikasi lebih lanjut.
"Berdasarkan kontak terakhir, pihak Basasrnas hanya menyampaikan bahwa, saat mereka olah gerak dulu baru diinformasikan lagi tapi sampai malam ini belum ada kabar," katanya menjelaskan.
Dia berharap, bantuan segera menuju lokasi hilangnya empat warga tersebut karena saat ini angin cukup kencang.
Baca juga: Nelayan yang hilang di Kupang ditemukan meninggal
Ke-empat warga itu adalah Thimotius Tina Geta (nelayan), Karel Ga (Ga Ga), Dominggus Bire (Gome) dan Bernabas Titu Mako (Bobo Titu), kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sabu Raijua, Ndu Ufi, yang menghubungi ANTARA dari Sabu Raijua, Kamis (14/5) malam.
Dia menjelaskan, Thimotius Tina Geta adalah warga RT 18, RW 09, Desa Kolorae, Kecamatan Raijua yang dilaporkan hilang pada Selasa, (12/5) sekitar pukul 12.30 WITA saat sedang memancing ikan.
Menurut laporan, sekitar pukul 05.00 WITA korban pergi melaut sendiri untuk memancing ikan, namun mesin perahu mengalami kerusakan sehingga berusaha memperbaiki sendiri.
Pada pukul 11.30 WITA, korban sempat ditolong oleh nelayan lain (pelapor) dengan cara menarik perahu menggunakan tali tetapi tali terputus.
"Kemudian pelapor pergi ke darat mencari tali dan melapor kepada Kepala Desa Kolorae dan pada pukul 12.30 WITA ketika pelapor dan kawan-kawan pergi mencari korban, tidak ditemukan lagi," katanya.
Baca juga: Nelayan yang hilang diselamatkan kapal pengangkut beras
Sementara tiga orang lainnya yakni Karel Ga (Ga Ga), Dominggus Bire (Gome) dan Bernabas Titu Mako (Bobo) dilaporkan hilang pada Rabu, (13/5) sekitar pukul 16.00 WITA.
Tiga warga ini menurut dia, menggunakan kapal fiber 2 GT Mandiri untuk mengantar bibit rumput laut ke Desa Lederaga, dan direncanakan kembali pada pukul 16.00 WITA.
"Tetapi sampai saat ini tidak ada informasi, karena korban tidak membawa handphone atau alat komunikasi untuk melakukan kontak dengan keluarga atau sahabat," katanya.
Dia mengatakan, telah berusaha melakukan pencarian ke arah Pulau Sumba dan Pulau Rote dengan kapal Napuru, namun belum membuahkan hasil.
"Sampai sore ini, Kamis, (14/5) kami masih berupaya melakukan pencarian, namun karena gelombang laut cukup tinggi sehingga jangkauan pencarian juga terbatas," katanya.
Baca juga: Seorang nelayan hilang di perairan Paga, Sikka
Dia mengaku, telah berkoordinasi dengan kepala operasi Basarnas Kupang untuk membantu pencarian korban, tetapi sejauh ini belum ada komunikasi lebih lanjut.
"Berdasarkan kontak terakhir, pihak Basasrnas hanya menyampaikan bahwa, saat mereka olah gerak dulu baru diinformasikan lagi tapi sampai malam ini belum ada kabar," katanya menjelaskan.
Dia berharap, bantuan segera menuju lokasi hilangnya empat warga tersebut karena saat ini angin cukup kencang.
Baca juga: Nelayan yang hilang di Kupang ditemukan meninggal
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Kornelis Aloysius Ileama Kaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemenkum NTT dan Pemkab Sabu Raijua mengharmonisasi tiga raperda strategis
06 December 2025 10:26 WIB
BPBD Sabu Raijua distribusi air bersih ke lima kecamatan atasi kekeringan
04 September 2024 6:00 WIB, 2024
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB