Bupati Kupang dorong sekolah buka kebun sekolah
Jumat, 2 Juli 2021 18:00 WIB
Bupati Kupang Korinus Masneno (jongkok) melakukan penanaman secara simbolis jagung di halaman SD Negeri Naibonat, Jumat (2/7/2021). (ANTARA/Benny Jahang)
Kupang (ANTARA) - Bupati Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Korinus Masneno, mendorong semua sekolah di daerah ini membuka kebun sekolah sebagai upaya menumbuhkan semangat siswa membangun sektor pertanian di luar prestasi akademik.
"Keberadaan kebun sekolah sangat penting sehingga anak-anak didik terus dipacu untuk selalu melakukan giat tanam-menanam, anak-anak harus memiliki bidang kompetensi lain di luar prestasi akademik," kata dia saat kegiatan penanaman jagung di kebun SD Negeri Naibonat di Kupang, Jumat, (2/7).
Kebun sekolah di SD Negeri Naibonat seluas 68 are sebagai lahan untuk ditanami jagung.
Ia mengatakan cara bercocok tanam sejak dini akan mengenalkan anak ke sistem pangan lokal berkelanjutan karena kegiatan tersebut mengajarkan anak mengolah lahan lalu menanam benih, memanen, menikmati hasil panen mereka yang selain dimakan sendiri juga untuk dijual.
Menurut Korinus Masneno, menanam tidak hanya dipandang sebagai komoditas konsumsi namun juga ada hasil jerih payah manusia di dalamnya.
Baca juga: Program READSI tingkatkan produksi padi petani
"Apabila ingin menuai, haruslah menabur. Jangan tidak pernah menanam tapi ngotot untuk menuai. Menuailah sesuai apa yang ditaburkan sendiri," kata Bupati Kupang Korinus Masneno.
Baca juga: Program READSI perkuat kelembagaan petani
Kepala SD Negeri Naibonat Simon Anunu menatakan sekolah itu memanfaatkan lahan kosong di halaman depan untuk menanam jagung, guna memotivasi dan memberi contoh para murid sejak dini untuk berkebun dan memanfaatkan pekarangan rumah yang kosong.
"Keberadaan kebun sekolah sangat penting sehingga anak-anak didik terus dipacu untuk selalu melakukan giat tanam-menanam, anak-anak harus memiliki bidang kompetensi lain di luar prestasi akademik," kata dia saat kegiatan penanaman jagung di kebun SD Negeri Naibonat di Kupang, Jumat, (2/7).
Kebun sekolah di SD Negeri Naibonat seluas 68 are sebagai lahan untuk ditanami jagung.
Ia mengatakan cara bercocok tanam sejak dini akan mengenalkan anak ke sistem pangan lokal berkelanjutan karena kegiatan tersebut mengajarkan anak mengolah lahan lalu menanam benih, memanen, menikmati hasil panen mereka yang selain dimakan sendiri juga untuk dijual.
Menurut Korinus Masneno, menanam tidak hanya dipandang sebagai komoditas konsumsi namun juga ada hasil jerih payah manusia di dalamnya.
Baca juga: Program READSI tingkatkan produksi padi petani
"Apabila ingin menuai, haruslah menabur. Jangan tidak pernah menanam tapi ngotot untuk menuai. Menuailah sesuai apa yang ditaburkan sendiri," kata Bupati Kupang Korinus Masneno.
Baca juga: Program READSI perkuat kelembagaan petani
Kepala SD Negeri Naibonat Simon Anunu menatakan sekolah itu memanfaatkan lahan kosong di halaman depan untuk menanam jagung, guna memotivasi dan memberi contoh para murid sejak dini untuk berkebun dan memanfaatkan pekarangan rumah yang kosong.
Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hujan deras akibatkan sawah dan kebun di Manggarai Barat terendam banjir
22 February 2024 20:00 WIB, 2024
Kemensos bangun instalasi air bersih untuk pemberdayaan warga Betun
19 December 2023 18:00 WIB, 2023
Pogram 'Desa Berdaya' PLN sulap lahan tidur jadi kebun holtikultura di Manggarai
11 September 2023 10:00 WIB, 2023
Gubernur Laiskodat minta petani jadikan tanaman holtikultur produk olahan
05 July 2023 16:47 WIB, 2023