Mulut Seribu tak jauh bedanya dengan Raja Ampat

id mulut seribu

Keindahan alam laut di kawasan Mulut Seribu di wilayah Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur yang bakal dijadikan sebagai lokasi budidaya ikan kerapu oleh Dinas Kelautan dan Perikanan NTT serta wisata eksklusif. (ANTARA Foto/istimewa)

Keindahan serta pesona alam di Perairan Mulut Seribu,  Kabupaten Rote Ndao, NTT, tidak jauh bedanya dengan keindahan alam yang dimiliki Raja Ampat di Papua Barat.
Kupang (ANTARA News NTT) - Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Provinsi Nusa Tenggara Timur Abed Frans menilai keindahan serta pesona alam di Perairan Mulut Seribu,  Kabupaten Rote Ndao, NTT, tidak jauh bedanya dengan keindahan alam yang dimiliki Raja Ampat di Papua Barat.

"Mulut Seribu di Rote Ndao, ibarat Raja Ampatnya NTT karena pesona alam serta pulau-pulau kecilnya sangat mirip..," kata Abed Frans dalam suatu percakapan dengan Antara di Kupang, Sabtu (12/1).

Ia mengatakan hal itu terkait pengembangan wilayah Perairan Mulut Seribu di Kabupaten Rote Ndao yang dirancang Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai destinasi wisata yang eksklusif.

Menurut dia, Perairan Mulut Seribu bagus jika dikembangkan menjadi objek wisata baru di Rote Ndao, karena didukung pesona alam yang indah berupa pulau-pulau kecil dikelilingi laut yang sangat bersih.

Ia mengatakan, jika ke depan akan dijadikan sebagai destinasi wisata yang eksklusif maka sangat tergantung pada selera pasar.

"Jika cocok dengan selera pasar maka seeksklusif apapun pasti akan ramai juga dan sebaliknya, jadi semua kembali pada selera pasar," katanya.

Baca juga: Wisata Mulut Seribu diintegrasikan dengan budidaya kerapu

Abed mengemukakan, untuk segmen domestik, pihaknya telah menawarkan destinasi tersebut kepada wisatawan sejak tahun 2018 lalu, hanya saja belum ditunjang dengan promosi-promosi kegiatan lain di daerah setempat.

"Di Rote Ndao sendiri masih sangat sedikit kegiatan-kegiatan pariwisata yang diadakan pemerintah di Mulut Seribu, sehingga terkesan kurang promosi," katanya.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah dan pelaku wisata sangat diperlukan dalam pengembangan sebuah objek wisata baru termasuk Mulut Seribu. Pemerintah bertugas menyiapkan infrastrukur serta kalender event kemudian dipromosikan bersama-sama dengan pelaku wisata.

"Pelaku wisata tentu nantinya akan siap menjual produk tersebut serta melayani para wisatawan yang datang ke lokasi itu," demikian Abed Frans.

Baca juga: NTT kembangkan Mulut Seribu jadi wisata eksklusif
Baca juga: Mulut Seribu lokasi sempurna untuk budidaya ikan
Keindahan alam laut di kawasan Mulut Seribu di wilayah Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur yang bakal dijadikan sebagai lokasi budidaya ikan kerapu oleh Dinas Kelautan dan Perikanan NTT serta wisata eksklusif. (ANTARA Foto/istimewa)
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar