Paket wisata TN Komodo tetap dijual

id TNK

Sejumlah kapal sedang berlabuh di pesisir pantai Pulau Padar di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), Manggarai Barat, NTT (29/11/2018). (ANTARA Foto/Kornelis Kaha).

"Paket wisata ke Taman Nasional (TN) Komodo tetap dijual bagi wisatawan meskipun ada rencana penutupan sementara di Pulau Komodo," kata Abed Frans.
Kupang (ANTARA News NTT) - Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Provinsi Nusa Tenggara Timur Abed Frans mengatakan, paket wisata ke Taman Nasional (TN) Komodo tetap dijual bagi wisatawan meskipun ada rencana penutupan sementara di Pulau Komodo.

"Paket wisata ke Taman Nasional Komodo tetap dijual seperti biasa, kan yang ditutup hanya Pulau Komodo, itu pun hanya sementara, dan baru akan dilaksanakan pada 2020," katanya kepada Antara di Kupang, Kamis (7/2).

Ia mengakui sudah mengetahui rencana penutupan Pulau Komodo tersebut yang sudah dibahas berbagai pihak bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan selaku pengelola TN Komodo.

Menurutnya, rencana penutupan tersebut tidak berdampak merugikan pelaku usaha secara signifikan karena yang ditutup hanya Pulau Komodo. "Kecuali penutupan serentak seluruh TN Komodo tentu dampaknya tidak main-main," katanya.

Ia mengatakan, masih ada destinasi lain dalam TN Komodo yang bisa dikunjungi wisatawan seperti Pulau Rinca, Pulau Bidadari, Pantai Pink, dan Pulau Padar.

"Di Rinca, Padar, juga kan ada satwa Komodo sehingga wisatawan masih tetap bisa menikmati kunjungannya dengan melihat dari dekat satwa langka purba itu," katanya.

Baca juga: Pengelolaan bersama TNK perlu kajian mendalam

Ia mengakui, memang banyak pelaku usaha yang tidak setuju terkait penutupan tersebut. Namun, hal ini sudah menjadi keputusan pemerintah sehingga perlu disesuaikan oleh para pelaku usaha wisata.

"Jadi setuju atau tidak setuju kita harus siap untuk sementara tidak membawa tamu-tamu ke Pulau Komodo," katanya.

Kementerian LHK akan membentuk tim terpadu untuk melakukan kajian tentang kemungkinan penutupan sementara Pulau Komodo.

"Tim terpadu akan bekerja dan melaporkan hasilnya kepada Menteri LHK pada Juli 2019," kata Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) Wiratno di Jakarta, Rabu (6/2).

Rencana penutupan Pulau Komodo untuk tujuan wisata dapat dilakukan setelah ada hasil dari tim terpadu, dan berlaku mulai Januari 2020.

Baca juga: Rencana penutupan TNK hanya di Pulau Komodo
Baca juga: Artikel - Pemulihan TNK dan tantangannya
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar