Pengelolaan bersama TNK perlu kajian mendalam

id TNK

Sejumlah wisatawan mendaki Puncak Bukit Pulau Padar untuk menyaksikan panorama alam Taman Nasional Komodo (TNK), di Manggarai Barat, NTT, Kamis (29/11/2018). (ANTARA Foto/Kornelis Kaha)

"TNK bisa saja dikelola bersama, tapi perlu dikaji secara mendalam, jangan sampai pengelolaan dari provinsi justru membuat TNK bertambah buruk," kata Agustinus Ch Dula.
Kupang (ANTARA News NTT) - Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula mengatakan, rencana pengelolaan bersama kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) antara Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) perlu dikaji secara mendalam.

"TNK bisa saja dikelola bersama, tapi perlu dikaji secara mendalam, jangan sampai pengelolaan dari provinsi justru membuat TNK bertambah buruk," katanya kepada Antara ketika dihubungi dari Kupang, Sabtu (2/2).

Ia mengatakan hal itu berkaitan dengan permintaan kerja sama pengelolaan Taman Nasional Komodo dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Menurutnya, rencana kerja sama ini baru berupa wacana karena hingga saat ini pengelolaannya masih ditangani Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan..

"Kalau ini direalisasikan dan kabupaten juga mendapatkan porsi, kami juga setuju, tapi memang harus dikaji lebih mendalam karena tidak muda seperti orang membalikkan telapak tangan," katanya.

Ia mengatakan, rencana pengelolaan bersama ini perlu juga dikaji dengan melibatkan para pelaku bisnis pariwisata yang selama ini beroperasi di Kabupaten Manggarai Barat.

Baca juga: Populasi satwa Komodo di TNK masih stabil

"Jangan sampai mendatangkan kerugian bagi para pelaku usaha karena mereka ini yang bertransaksi dengan para wisatawan domestik dan internasional," katanya.

Agustinus menambahkan, selain itu, rencana penutupan Pulau Komodo dalam kawasan wisata TNK yang digulirkan Gubernur NTT Viktor Laiskodat , juga masih sebatas wacana, namun tellah menciptakan reaksi dari berbagai kalangan.

Menurutnya, salah satu aspek yang harus dipertimbangkan yakni wisatawan yang selama ini memiliki animo tinggi untuk berwisata ke Manggarai Barat dengan tujuan utama ke Taman Nasional Komodo.

"Prinsipnya harus dikaji, dibicarakan lagi dengan pemerintah pusat, selain itu juga pelaku-pelaku usaha, dan berbagai pihak yang berkompoten terkait dengan pengelolaan TNK," katanya.

Baca juga: Rencana penutupan TNK hanya di Pulau Komodo
Baca juga: Ekuador berminat kerja sama "sister island" dengan TNK
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar