OJK dorong perbankan di NTT memperluas cabang

id Ojk

Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Timur Robert Sianipar (kiri) (Foto Antara - Aloysius Lewokeda)

Kupang (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Timur mendorong perbankan di daerah itu agar memperluas kantor cabangnya ke daerah-daerah guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Pembukaan kantor cabang perbankan pada kenyataannya dapat menumbuhkan geliat ekonomi masyarakat salah satunya peningkatan penyaluran kredit seperti di Kabupaten Belu," kata Kepala Kantor OJK Provinsi NTT, Robert Sinaipar, di Kupang, Sabtu (16/3).

Pihaknya mencatat jumlah penyaluran kredit dari pihak perbankan di provinsi setempat saat ini tercatat sudah mencapai sekitar Rp29 triliun lebih.

Kabupaten Belu, lanjutnya, merupakan daerah dengan pertumbuhan penyaluran kredit tertinggi kedua setelah Kota Kupang.

Robert mengatakan, setelah ditelusuri pertumbuhan penyaluran kredit yang cukup baik di Kabupaten Belu tersebut disebabkan jumlah bank yang relatif lebih lengkap dibandingkan kabupaten lainnya.

"Ini menarik karena berarti pembukaan kantor cabang perbankan akan mendorong pertumbuhan, faktanya seperti itu," katanya.

Untuk itu, lanjutnya, ke depan pihaknya akan terus mendorong perbankan agar memperluas jaringan kantor cabangnya untuk masuk ke daerah-daerah sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.

Lebih lanjut, Robert mengatakan, kondisi rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) di daerah itu saat ini tercatat  mencapai 2 persen.

"Rasio ini masih rendah dari ambang batas 5 persen, dan masih lebih rendah dari NPL nasional sebesar 2,3 persen," katanya.

Ia menambahkan, jika dipilah dari jenis bank, NPL tertinggi berasal dari Bank Pengkreditan Rakyat (BPR) sebesar 3,55 persen, selain itu Bank Umum atau konvensional sebesar 1 persen, dan NPL Bank Syariah 0,6 persen.

Baca juga: Pengamat nilai positif rencana BI-OJK NTT bentuk TPAKD
Baca juga: Penyaluran kredit perbankan di NTT mencapai Rp29,2 triliun

 
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar