Gunung Meja di Ende akan ditata sebagai objek wisata

id Gunung Meja ditata

Gunung Meja di Kabupaten Ende, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang tampak dari arah Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman, akan ditata menjadi sebuah objek wisata menjanjikan. (ANTARA FOTO/Aloysius Lewokeda)

Pemerintah Kabupaten Ende segera menata Gunung Meja sebagai objek wisata alam baru di wilayah yang terletak di bagian tengah Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur itu.
Kupang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Ende segera menata Gunung Meja sebagai objek wisata alam baru di wilayah yang terletak di bagian tengah Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur itu.

"Kami akan tata kembali wajah Gunung Meja, tahun ini ada biaya dari Kementerian Pariwisata untuk membuat jalur trekking menuju puncak gunung," kata Wakil Bupati Ende, Djafar Ahmad, ketika dihubungi Antara dari Kupang, Selasa (16/4).

Ia mengatakan, Gunung Meja di daerah itu merupakan objek wisata alam yang unik dan strategis karena dapat diamati dari sisi laut, udara, maupun darat oleh setiap orang yang datang di Kota Ende.

Untuk itu, lanjutnya, pemerintah berencana menata kembali dengan pembangunan infrastruktur pendukung agar menjadi objek wisata baru yang yang mudah dijangkau.

Ia mengatakan, selain pembangunan jalur trekking, pihaknya juga akan membangun papan nama besar di puncak gunung bertuliskan "Ende Kota Pancasila".

"Kemudian kami juga sedang membahas nanti di sana apakah dibangun patung Bung Karno yang tinggi atau lambang Burung Garuda," katanya.

Baca juga: Bulan Soekarno tonjolkan wisata kebangsaan

Selain itu, lanjutnya, akan dibangun pula teropong besar yang bisa digunakan para pengunjung untuk melihat keindahan alam di daerah itu dari atas puncak gunung.

Ia berharap penataan wisata gunung ini menambah pilihan berwisata ke Ende, selain objek-objek yang sudah terkenal seperti Taman Permenungan Bung Karno, dan Taman Nasional Kelimutu.

Djafar mengatakan, penataan wisata gunung itu tetap menonjolkan Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia yang diprakarsai, Ir Soekarno, saat menjalani massa pengasingan di Kota Ende antara tahun 1934-1938.

Pancasila, lanjutnya, sudah menjadi branding yang kuat bagi pariwisata di Ende yang selama ini sudah menarik wisatawan untuk datang mempelajarinya.

"Karena itu kami perkuat dengan event pariwisata seperti Parade Kebangsaan menyambut hari lahir Pancasila pada 1 Juni, dan dalam tahun ini kami tambah lagi dengan parade Seribu Garuda," katanya.

Baca juga: Ende lanjutkan pembangunan jalan wisata penyangga ke Kelimutu
Baca juga: Kunjungan wisatawan ke Ende mencapai 93.000 orang
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar