Logo Header Antaranews Kupang

Polda NTT : Tak ada toleransi untuk eksploitasi manusia

Rabu, 25 Februari 2026 08:51 WIB
Image Print
Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur Irjen Pol Rudi Darmoko (kiri) berpose dengan Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra di Kupang, Selasa .ANTARA/Kornelis Kaha

Kupang (ANTARA) - Jajaran Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk eksploitasi manusia di wilayah hukumnya.

“Polda NTT menaruh perhatian besar terhadap penanganan tindak pidana perdagangan orang,” kata Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra di Kupang, Selasa.

Hal ini disampaikannya berkaitan dengan kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang yang melibatkan 13 orang perempuan dari Jawa Barat yang bekerja di salah satu tempat Karaoke di Maumere.

Ke-13 perempuan itu mengaku selama bekerja di lokasi tersebut tidak pernah diberitahukan kepastian gaji yang diterima. Selain itu juga selalu menerima perlakuan kekerasan oleh majikannya.

Tak hanya itu, usai kasus itu viral dan korban diselamatkan oleh Suster di Maumere, Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi langsung ke Maumere dan menjemput mereka untuk kembali ke Jawa Barat.

Henry mengatakan Kapolda NTT menaruh perhatian serius terkait berbagai kasus yang berkaitan dengan TPPO di wilayah NTT.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas langkah cepat dan terukur yang dilakukan Polres Sikka dalam mengungkap dan menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

“Menurut Kapolda NTT, sinergi antar satuan kerja dan dukungan masyarakat sangat penting dalam upaya mencegah serta memberantas praktik perdagangan orang,” tambah dia.

Kasus ini juga telah sampai pada penetapan tersangka dimana dua orang yang merupakan suami istri dan pemilik tempat karaoke itu sebagai tersangka.

Dengan langkah ini, Polres Sikka bersama Polda NTT kembali menunjukkan keseriusan dan konsistensinya dalam menjaga harkat dan martabat manusia serta menciptakan rasa aman bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Sikka dan wilayah Nusa Tenggara Timur secara umum.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026