Stok beras yang dikuasai Bulog NTT sebanyak 34.000 ton

id Beras

Stok beras yang dikuasai Bulog NTT sebanyak 34.000 ton

Bulog Divre NTT menjamin keamanan pangan, terutama beras bagi masyarakat daerah ini sampai empat bulan berikutnya. (ANTARA FOTO/dok)

Bulog Divisi Regional NTT masih menguasai stok beras sebanyak 34.000 ton yang dapat memenuhi kebutuhan sekitar lima juta jiwa penduduk Nusa Tenggara Timur ini sempai empat bulan berikutnya.
Kupang (ANTARA) - Bulog Divisi Regional NTT masih menguasai stok beras sebanyak 34.000 ton yang dapat memenuhi kebutuhan sekitar lima juta jiwa penduduk Nusa Tenggara Timur ini sempai empat bulan berikutnya.

"Artinya bahwa untuk masa puasa hingga Lebaran nanti masyarakat NTT tidak perlu khawatir lagi, karena stok beras kita masih cukup," kata Kepala Bulog Divre NTT Eko Pranoto kepada Antara di Kupang, Senin (13/5).

Pranoto mengemukan kondisi pangan tersebut ketika ditanya tentang ketahanan pangan yang dimiliki oleh pemerintah Provinsi NTT, khususnya Bulog NTT dalam menghadapi bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1440 Hijriyah.

Ia menambahkan bahwa stok yang ada juga digunakan untuk melakukan operasi pasar di sejumlah pasar tradisional di NTT dengan tujuan menstabilkan harga kebutuhan pokok di pasaran.

"Dengan stok yang ada sekarang masyarakat tidak perlu khawatir dengan kelangkaan kebutuhan pokok, khususnya beras di NTT," katanya dan menambahkan untuk stok beras premium yang dikuasai Bulog NTT saat ini masih sekitar 109 ton.

Selain stok beras, tambahnya, Bulog NTT juga memiliki stok gula pasir yang saat ini mencapai 1.600 ton yang tersebar di seluruh gudang Bulog yang ada di berbagai kabupaten/kota se-NTT.

"Untuk saat ini, stok beras dan gula pasir masih aman sampai empat bulan ke depan, sehingga masyarakat tidak perlu resah dalam menghadapi kelangkaan kebutuhan pokok tersebut di pasaran," demikian Eko Pranoto.

Baca juga: Molas Lembor, merek beras dari Manggarai Barat
Baca juga: Stok beras aman hadapi bulan suci Ramadhan