Logo Header Antaranews Kupang

Pemkot Kupang mempromosikan ekonomi kreatif lewat Koepan Festival 2026

Selasa, 31 Maret 2026 07:18 WIB
Image Print
Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang Josefina MD Gheta. (ANTARA/Yoseph Boli Bataona)

Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, siap mempromosikan produk ekonomi kreatif (ekraf) dan meningkatkan kunjungan wisatawan melalui Koepan Festival pada 18-19 April 2026 di Taman Nostalgia Kupang.

“Kegiatan ini akan menghadirkan Expo UMKM yang bertujuan meningkatkan pendapatan pelaku ekonomi kreatif sekaligus memasarkan produk mereka secara lebih luas,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang Josefina MD Gheta ditemui di Kupang, Senin.

Ia menjelaskan Koepan Festival 2026 digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-140 Kota Kupang dan 30 tahun sebagai daerah otonom, dengan tujuan utama melestarikan kekayaan budaya dari berbagai etnis di wilayah tersebut.

Dari sisi ekonomi, lanjut dia, pelaksanaan festival ini diharapkan mampu melibatkan para pelaku usaha, khususnya UMKM, sebagai bagian dari upaya mendukung dan menggerakkan ekonomi lokal.

Namun, karena keterbatasan ruang, peserta yang terlibat merupakan perwakilan dari masing-masing subsektor. Untuk itu, bagi peserta UMKM lainnya tetap bisa hadir sesuai jadwal akhir pekan di arena SABOAK Taman Nostalgia.

Ia juga menyampaikan sasaran kegiatan tersebut tidak hanya masyarakat Kota Kupang, tetapi juga masyarakat luas, sehingga informasi yang tersebar dari waktu ke waktu diharapkan dapat menjangkau lebih banyak orang.

“Kegiatan ini menargetkan peningkatan kunjungan masyarakat, baik lokal maupun dari luar daerah, termasuk wisatawan mancanegara seperti dari Timor Leste. Promosi telah kami lakukan melalui berbagai media, termasuk publikasi digital,” ujarnya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk turut meramaikan festival serta mendukung para pelaku ekonomi kreatif dengan cara membeli dan mengapresiasi produk-produk yang ditawarkan oleh UMKM.

Adapun Koepan Festival 2026 mengangkat tema “Kaum Muda Beraksi, Budaya Bergerak”.

“Harapannya, melalui tema ini generasi muda sebagai penerus bangsa dapat menjaga dan memelihara budaya agar tetap eksis, serta tidak tergerus oleh perkembangan zaman,” kata Josefina.

Ia mengatakan pada pelaksanaan festival akan digelar berbagai lomba, yakni lomba tari kreasi daerah yang memperebutkan piala bergilir dari Wali Kota Kupang, serta lomba fashion show bagi usia dini yang dibagi dalam dua kategori.

“Berdasarkan data sementara, jumlah peserta lomba tari kreasi daerah hingga saat ini mencapai 21 tim, termasuk perwakilan dari Kabupaten Kupang. Untuk lomba fashion show tercatat sebanyak 54 peserta, yang terbagi dalam dua kategori, yakni 24 peserta kategori A dan 30 peserta kategori B,” katanya.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026