
Pertamina tanggapi isu kenaikan harga BBM yang lagi viral

“Dapatkan informasi valid harga BBM Pertamina hanya melalui saluran resmi www.pertamina.com,
Kupang (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga Jawa Timur Bali Nusa Tenggara (Jatimbalinusra) menanggapi isu kenaikan harga BBM yang viral di media sosial dan menegaskan informasi proyeksi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak benar.
“Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan,” kata Area Manager Comm, Rel. & CSR Jatimbalinus PT Pertamina Patra Niaga Ahad Rahedi saat dikonfirmasi dari Kupang, Selasa.
Dia mengatakan hal ini berkaitan dengan berbagai informasi yang beredar di media sosial dan viral terkait kenaikan harga BBM yang akan mulai diberlakukan pada Rabu (1/4) besok.
Ahad mengatakan hingga saat ini, belum ada informasi atau pengumuman resmi mengenai harga bahan bakar minyak per 1 April 2026.
Ahad meminta masyarakat untuk tidak percaya dengan berbagai informasi yang tersebar luar di media sosial dan mengajak masyarakat untuk mencari informasi resmi.
“Dapatkan informasi valid harga BBM Pertamina hanya melalui saluran resmi www.pertamina.com,” ujar dia.
Baca juga: Pertamina pastikan infrastruktur dan stok energi sambur Lebaran
Baca juga: Pemerintah Indonesia perkuat koordinasi untuk kapal RI lintasi Selat Hormuz
Lebih lanjut ujar dia, Pertamina mendukung imbauan Pemerintah untuk menggunakan energi secara bijak.
Dia juga mengimbau masyarakat untuk tidak perlu panik terkait kekurangan BBM, karena stok BBM hingga saat ini masih mencukupi.
Sebelumnya Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun non-subsidi tidak mengalami kenaikan.
Melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa, Prasetyo mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pemerintah melakukan koordinasi bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PT Pertamina, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto
"Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan. Oleh karena itulah Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM non subsidi," kata Prasetyo.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
