Kata Ahok, masih banyak yang lebih cocok jadi menteri

id Ahok

Kata Ahok, masih banyak yang lebih cocok jadi menteri

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (kiri) berjalan bersama anggota DPR RI terpilih dari Dapil NTT Yohanis Fransiskus Lema saat berada di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (13/8/2019). (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)

"Masih banyak yang lebih baik dari saya, untuk ditempatkan menjadi menteri," kata Ahok kepada wartawan di Kupang, Selasa (13/8).
Kupang (ANTARA) - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan bahwa masih banyak yang lebih baik dari dirinya untuk ditempatkan sebagai menteri di Kabinet Kerja Jilid II Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Masih banyak yang lebih baik dari saya, untuk ditempatkan menjadi menteri," kata Ahok kepada wartawan di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (13/8).

Hal ini disampaikannya usai berdialog dengan sejumlah tokoh agama di Kota Kupang serta akademisi dari beberapa universitas di ibu kota provinsi berbasis kepulauan itu.

Pria yang saat ini lebih suka dipanggil dengan sebutan BTP tersebut menambahkan siapapun yang menjadi menteri di Kabinet Kerja Jilid II, semua penunjukan adalah kewenangan presiden.

"Semuanya itu kewenangan dari Presiden Jokowi. Saya tugasnya jalan-jalan ke daerah saja," kata dia.

Baca juga: Ahok berdialog dengan tokoh agama di Kupang

Menurut dia, dirinya tak akan masuk dalam struktur Kabinet Kerja Jilid II Presiden Jokowi. "Saya kira saya tidak ya," ujar dia.

Jadi Gubernur NTT 
Ahok ketika ditanya wartawan soal keinginannya untuk menjadi Gubernur NTT pada 2024, dengan tegas mengatakan "Saya tidak ingin menjadi gubernur NTT".

"Pak Viktor (Laiskodat) yang menjadi Gubernur NTT saat ini, saya nilai masih memimpin dengan bagus kok," kata dia.

Dia juga mengaku bahwa kedatangannya ke Kota Kupang dengan tujuan ingin berinvestasi pakan ternak di salah satu kabupaten di Pulau Timor.

Baca juga: Ahok merintis bisnis pakan ternak di NTT
Baca juga: Ahok Ingin Jadi Pembicara
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar