Pertumbuhan ekonomi NTT cenderung tinggi sepanjang 2019

id ekonomi ntt 2019

Pertumbuhan ekonomi NTT cenderung tinggi sepanjang 2019

Gedung Bank Indonesia di Jalan El Tari Kupang. (ANTARA FOTO/Bernadus Tokan)

Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Timur (NTT) sepanjang 2019 cenderung tinggi yang tergambar pada triwulan III yang berada pada kisaran 4,80-5,20 persen (yoy).
Kupang (ANTARA) - Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Timur (NTT) sepanjang 2019 cenderung tinggi yang tergambar pada triwulan III yang berada pada kisaran 4,80-5,20 persen (yoy).

Sedangkan secara keseluruhan selama 2019, perekonomian NTT diperkirakan tumbuh pada kisaran 5,00-5,40 persen (yoy), atau cenderung lebih tinggi dibandingkan realisasi pertumbuhan tahun 2018 yang pada kisaran sebesar 5,13 persen (yoy).

Data hasil kajian ekonomi dan keuangan regional Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diterima ANTARA di Kupang, Selasa (20/8) menyebutkan berdasarkan pengeluaran, perekonomian  NTT pada triwulan III 2019 diperkirakan tumbuh karena didorong oleh peningkatan investasi.

Sementara dari dari sisi sektoral, perekonomian NTT didorong oleh sektor perdagangan besar dan eceran, informasi dan komunikasi, administrasi pemerintahan dan jasa pendidikan.

BI juga memperkirakan, terdapat beberapa faktor risiko makroekonomi yang perlu diwaspadai, terutama dari sisi domestik, yakni hasil produksi pertanian dan perikanan yang masih sangat bergantung kondisi cuaca, dan adanya potensi perlambatan realisasi pembangunan infrastruktur sebagai dampak pilkada serentak serta pemotongan belanja pemerintah.

Baca juga: Pertumbuhan ekonomi triwulan III NTT didorong investasi

Di sisi lain, berdasarkan data tren historis dan tracking hingga Mei 2019, inflasi pada triwulan III 2019 diperkirakan berada pada kisaran 2,90-3,50 persen (yoy).

Sementara itu inflasi secara keseluruhan tahun 2019 diperkirakan pada 2,40-2,80 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan tahun 2018 yang mencapi 3,07 persen (yoy).

Melambatnya inflasi diperkirakan disebabkan oleh peningkatan pasokan bahan makanan yang didatangkan dari daerah lain (beras, daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabe merah) serta normalisasi harga sayur-sayuran.

Baca juga: Pertumbuhan ekonomi NTT 2019 diprediksi sekitar 5-5,4 persen
Baca juga: Pertumbuhan ekonomi NTT pada 2018 sebesar 5,13 persen
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar