Karya seni lukis para "skizofrenia" dipamerkan

id lukisan penderita ganguan jiwa

Karya seni lukis para "skizofrenia" dipamerkan

Stefanus Tahu, salah satu pasien yang sembuh melalui proses terapi menggambar, sedang melukis di kawasan care free day, Kupang, Sabtu (12/10/2019). (ANTARA FOTO/Benny Jahang)

Rumah Sakit Jiwa Kupang, menggelar pameran lukisan hasil karya orang dengan gangguan jiwa (skizofrenia) yang telah sembuh melalui terapi lukis.
Kupang (ANTARA) - Rumah Sakit Jiwa Kupang, Nusa Tenggara Timur, menggelar pameran lukisan hasil karya orang dengan gangguan jiwa (skizofrenia) yang telah sembuh melalui terapi lukis.

Pameran lukisan hasil karya orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) ini berlangsung pada kegiatan care free day (CFD) di ruas jalan El Tari Kupang, Kota Kupang, Sabtu (12/10).

Pameran lukisan hasil karya ODGJ di Kota Kupang dilakukan dalam rangka memperingati hari kesehatan jiwa sedunia pada 10 Oktober lalu.

Direktur Rumah Sakit Jiwa Tipe C Kupang,  dr Dikson Lego yang ditemui ANTARA, mengatakan, proses penyembuhan terhadap ODGJ pada RSJ Kupang dilakukan melalui proses pengobatan dan terapi.

"Kami melakukan terapi secara kelompok sesuai minat dan potensi yang mereka miliki. Ada penderita yang suka menggambar didorong untuk mengikuti terapi lukisan dan ternyata berhasil memulihkan kondisi penderita dengan baik," kata Dikson.

Baca juga: Lukisan mantan penderita gangguan jiwa dalam IEF 2019
Baca juga: RSUD Kupang Dukung RS Jiwa
Warga Kota Kupang sedang mengamati lukisan hasil karya orang dengan gangguan jiwa (skizofrenia) pada kegiatan care free day (CFD) di Kupang, Sabtu (12/10/2019). (ANTARA FOTO/Benny Jahang)


Menurutnya, terapi lukisan adalah salah satu terapi yang sangat efektif untuk memulihkan kondisi psikologis penderita skizofrenia.

Ia mengatakan, para penderita skizofrenia memiliki kecerdasan dan ingatan yang hebat sehingga dibutuhkan kepedulian keluarga untuk mempercepat proses penyembuhan.

"Pendampingan yang dilakukan keluarga akan mempercepat penyembuhan karena jika dilakukan pihak lain kurang maksimal," tegas Dikson.

Ia mengatakan, pameran lukisan para penderita dilakukan di lokasi care free day memiliki pesan agar masyarakat NTT tidak lagi mengucilkan orang dengan gangguan jiwa yang begitu banyak di NTT.

"Kami siap melakukan pengobatan dan terapi bagi mereka. Keluarga tidak perlu malu karena melalui pengobatan yang baik dan terapi bisa menyembuhkan mereka," tegas Dikson.

Belasan lukisan karya para penderita skizofrenia di pajang di lokasi care free day yang dipadati ribuan warga Kota Kupang yang mengikuti kegiatan olah raga bersama di kawasan itu.
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar