Latihan taktis komando ala Brigif 21/Komodo

id latihan komando

Latihan taktis komando ala Brigif 21/Komodo

Para Komandan Batalyon 743/ PSY, Yonif 744/SYB serta para Wadayon dan para staf Batalyon sedang mengikuti latihan taktis komando di Brigif 21/Komodo, Rabu (16/10/2019). (ANTARA FOTO/HO-Penerangan Brigif 21/Komodo)

Brigif 21/Komodo menggelar latihan prosedur pengambilan keputusan taktis komando bagi komandan Batalyon yang bertugas di daerah yang berbatasan dengan wilayah Timor Leste itu.
Kupang (ANTARA) - Brigadir Infanteri 21/Komodo, Nusa Tenggara Timur menggelar latihan prosedur pengambilan keputusan taktis komando bagi komandan Batalyon yang bertugas di daerah yang berbatasan dengan wilayah Timor Leste itu.

Komandan Brigif 21/Komodo, Kolonel Inf Sutrisno kepada wartawan di Oelamasi, Rabu (16/10), mengatakan, latihan taktis bagi para komandan Batalyon dan perwira lingkup Brigif 21/Komodo lebih pada prosedur pengambilan keputusan taktis pada persiapan pelaksanaan operasi.

Latihan yang sedang berlangsung di Markas Brigif 21/Komodo itu diikuti para Komandan Batalyon 743/ PSY, Yonif 744/SYB serta para Wadayon dan para staf Batalyon.

Baca juga: Bimtek budidaya ternak untuk prajurit Brigif 21/Komodo
Baca juga: Prajurit Brigif 21/Komodo diharapkan dapat mengimplementasikan semangat Pancasila


Menurut Sutrisno, latihan taktis dilakukan untuk melatihkan unsur pimpinan dan staf dalam melaksanakan prosedur hubungan kerja sehingga terjalin kerja sama secara sistematis sesuai peran dan fungsi masing-masing staf saat melaksanakan suatu operasi.

"Kami harapkan melalui latihan taktis komando akan terwujudnya hubungan kerja yang baik dan efektif antara komandan dengan staf maupun antara staf dengan staf dalam menentukan keputusan taktis," tegas Sutrisno.

Sutrisno mengatakan, apabila adanya kerjasama yang baik didukung dengan kemampuan unsur yang memadai maka suatu operasi berlangsung dengan sukses.

Baca juga: Brigif 21/Komodo gelar donor darah
Baca juga: Komandan Brigif 21/Komodo Diserahterimakan
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar