Polisi Sabu Raijua selidiki terbakarnya APMS

id Kebakaran AMPS

Polisi Sabu Raijua selidiki terbakarnya APMS

Warga menyaksikan puing-puing bangunan yang terbakar di salah satu AMPS di Sabu Raijua. (ANTARA FOTO/HO-Polres Sabu Raijua)

Polres Sabu Raijua di Pulau Sabu, NTT sedang menyelidiki terbakarnya agen premium minyak solar (APMS) di salah satu pulau terdepan nusantara yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia itu.
Kupang (ANTARA) - Kepolisian Resor Sabu Raijua di Pulau Sabu, Nusa Tenggara Timur sedang menyelidiki terbakarnya agen premium minyak solar (APMS) di salah satu pulau terdepan nusantara yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia itu.

"Api sudah berhasil dipadamkan tadi pukul 16.19 WITA dalam sebuah proses pemadaman yang dipimpin langsung oleh Kapolres Sabu Raijua AKBP Jacob Saubelan, Kabag Ops Polres Sabu Raijua Kompol Piter Yohanes dan Kapolsek Sabu Barat Kompol Samuel S Simbolon," kata Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Johannes Bangun kepada wartawan di Kupang, Rabu (12/2).

Dalam proses pemadaman tersebut pihak pemadam kebakaran (Damkar) menerjunkan satu unit mobil pemadam dengan dibantu oleh pihak kepolisian setempat dan juga warga di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Mantan Kapolres Kupang Kota itu mengatakan bahwa polisi sendiri belum bisa memberikan informasi tentang sebab-sebab terjadinya kebakaran tersebut, karena pemilik APMS juga belum mau bicara.

Baca juga: Benarkah kebakaran gedung Polda NTT akibat hubungan arus pendek?

"AMPS itu milik Niti Susanto, namun dikelolah oleh Zaenal Albone dan Hamad Alboneh yang saat ini belum mau memberikan keterangan karena kemungkinan masih trauma dengan kejadian itu," ujar dia.

Namun, kata Johannes ada sekitar kurang lebih 35 ton atau 175 drum berisi solar yang ikut terbakar saat kebakaran tersebut, demikian juga BBM jenis premium sekitar 60 ton atau 300 drum

Selain itu juga minyak tanah sebanyak 10 ton atau 50 drum juga ikut terbakar serta pertalite sebanyak lima ton atau 25 drum juga terbakar dalam kejadian tersebut.

Polisi sendiri kata Kabid Humas Polda NTT akan melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan menanyakan pihak pemilik AMPS setelah keadaan sudah membaik dan pengelolahnya mau memberikan keterangan.

Baca juga: Tim Labfor selidiki kebakaran ruang logistik Polda NTT
Sebuah agen premium minyak solar (APMS) di Pulau Sabu, Kabupaten Sabu Raijua, NTT terbakar, Rabu (12/02/2020), namun sebab-sebab terjadinya kebakaran masih dalam penyelidikan Polres Sabu Raijua.(ANTARA FOTO/HO-BPBD Sabu Raijua)