Satu juta benih ikan nila ditebar di Bendungan Raknamo

id Labuan Kelambu

Satu juta benih ikan nila ditebar di Bendungan Raknamo

Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang, Pulau Timor, Provinsi Nusa Tenggara Timur akan dijadikan sebagai arena budidaya ikan nila sebanyak satu juta ekor. (ANTARA FOTO/Laurensius Molan)

Dinas Kelautan dan Perikanan NTTsegera menebar satu juta benih ikan nila untuk dibudidayakan di Bendungan Raknamo, di Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang.
Kupang (ANTARA) - Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) segera menebar satu juta benih ikan nila untuk dibudidayakan di Bendungan Raknamo, di Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTT Ganef Wurgiyanto kepada Antara di Kupang, Rabu (19/2) mengatakan pemerintah provinsi akan mengalokasikan anggaran untuk pengadaan benih ikan nila melalui APBD Perubahan 2020.

"Nilai anggarannya akan ditentukan berdasarkan kajian di lapangan," katanya dan menambahkan rencana budi daya ikan nila di Bendungan Raknamo merupakan bagian dari rancangan besar usaha budi daya perikanan di perairan NTT.

Dalam rancana pemerintah, lanjut dia, usaha budi daya perikanan dilakukan pada empat titik di antaranya perairan Mulut Seribu di Kabupaten Rote Ndao, perairan Labuan Kelambu di Kabupaten Ngada, perairan Hasan Maubesi di Kabupaten Malaka, serta Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang.
Kawasan budidaya perikanan di perairan Mulut Seribu, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur. (ANTARA Foto/HO-Istimewa)
"Khusus di Bendungan Raknamo ini untuk budi daya ikan air tawar, sementara tiga lainnya merupakan budi daya ikan laut," kata mantan Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP NTT itu.

Dia menjelaskan dari empat titik tersebut, sudah dua lokasi yang direalisasikan yakni budi daya ikan kakap putih di Mulut Seribu dan ikan kerapu di Labuan Kelambu.

Ganef menambahkan usaha budi daya perikanan ini merupakan bagian dari upaya menghidupkan geliat ekonomi warga di sekitar lokasi karena akan dikelola bersama dengan kelompok masyarakat.

Hasil budi daya, lanjut dia, akan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan ikan di berbagai sektor, seperti di Bendungan Raknamo nantinya bisa dipasok untuk pasar di Kabupaten Kupang maupun Kota Kupang dan untuk diekspor.

"Selain itu, untuk usaha budi daya yang berada di sekitar daerah wisata seperti di Mulut Seribu dan Labuan Kelambu akan dipasok untuk kebutuhan usaha-usaha pariwisata di sekitarnya," katanya.
Kawasan Labuan Kelambu, Kabupaten Ngada, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang menjadi lokasi budidaya ikan kerapu. (ANTARA Foto/HO-istimewa)
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar