BPBD Rote Ndao imbau petani tidak membakar lahan

id NTT,Rote Ndao,Kebakaran lahan,Kekeringan

BPBD Rote Ndao imbau petani tidak membakar lahan

Ilustrasi kebakaran hutan-lahan. (ANTARA FOTO/Aprionis)

Di tengah kondisi kemarau ini peluang kebakaran lahan sangat besar karena itu warga terutama petani agar tidak membakar rumput sisa garapan lahan
Kupang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, mengimbau para petani di daerah itu agar tidak membakar lahan saat musim kemarau untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan atau hutan secara luas.

"Di tengah kondisi kemarau ini peluang kebakaran lahan sangat besar karena itu warga terutama petani agar tidak membakar rumput sisa garapan lahan," kata Kepala Pelaksana BPBD Rote Ndao Deskiel Haning, ketika dihubungi dari Kupang, Selasa, (25/8).

Baca juga: DPRD Rote Ndao ingin Pemda transparan soal anggaran COVID-19

Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya peristiwa kebakaran lahan persawahan di Desa Keoen, Kecamatan Pantai Baru, sekitar 35 kilometer dari Kota Ba'a ibu kota Kabupaten Rote Ndao, beberapa waktu lalu yang nyaris meluas ke kawasan hutan lindung di sekitarnya.

Deskiel mengatakan, kebakaran tersebut diketahui pihaknya saat sedang dalam perjalanan untuk melakukan survei kekeringan di lokasi lain sehingga pihaknya langsung mengerahkan petugas untuk pemadaman.

"Sumber api dari kebakaran itu diketahui dari pembakaran rumput sisa garapan lahan dan api merembes cepat karena banyak tumpukan rumput dan kayu kering," katanya.

"Informasi yang kami gali memang kebiasaan warga di situ menyiapkan lahan dengan cara membakar. Ini yang jadi persoalan sehingga kami juga langsung mengedukasi warga petani di sana untuk tidak membiasakan cara ini lagi," katanya.

Dia mengatakan, wilayah Rote Ndao memang tidak banyak titik api yang muncul saat musim kemarau tetapi rata-rata wilayah pemukiman penduduk dekat dengan daerah persawahan dan hutan.

Oleh karena itu pihaknya mengimbau agar warga terutama para petani tidak membersihkan lahan pertaniannya dengan cara membakar karena bisa berdampak fatal jika kobaran membesar dan tidak bisa terkendali.

Baca juga: Menkes tolak usul penerapan PSBB di Rote Ndao

Lebih lanjut, dia juga meminta warga agar siaga terhadap dampak kekeringan menyusul adanya informasi dari BMKG terkait puncak kekeringan yang terjadi pada minggu pertama Agustus 2020.

"Surat edaran Bupati Rote Ndao terkait siaga dampak kekeringan juga sudah diedarkan ke seluruh camat, karena itu kami minta agar semua pihak berperan aktif mencegah dampak kekeringan ini," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar