Bupati Kupang jamin kredit peternakan sapi tak akan macet

id NTT,Kabupaten Kupang,Kredit untuk peternakan

Bupati Kupang jamin kredit  peternakan sapi tak akan macet

Bupati Kupang Korinus Masneno (ANTARA/Benny Jahang)

Saya jamin aman. Tidak akan macet dan peternak tidak akan lari karena mereka cukup yakin dengan potensi produksi yang dimiliki
Kupang (ANTARA) - Bupati Kupang, Nusa Tenggara Timur, Korinus Masneno, mengatakan dirinya menjamin bahwa penyaluran kredit dari perbankan untuk mendukung usaha peternakan sapi di daerahnya tidak akan mengalami kemacetan.

"Saya jamin secara moril sebagai bupati bahwa kredit untuk kelompok peternak sapi di Kabupaten Kupang tidak akan macet," katanya di Kupang, Jumat, (28/8).

Baca juga: BI siapkan 17 kelompok peternak sapi untuk akses kredit perbankan

Korinus Masneno mengatakan hal itu berkaitan dengan upaya pemerintahnya dalam meningkatkan akses kredit perbankan untuk mengembangkan usaha peternakan sapi di Kabupaten Kupang, Pulau Timor.

Ia mengatakan, pemerintahannya sudah menggandeng sejumlah bank seperti Bank NTT, Bank BRI, dan Bank BNI untuk menyalurkan kredit bagi usaha peternakan sapi yang dilakukan warganya.

Ia menjelaskan, sejauh ini pembiayaan kredit juga berjalan lancar karena para peternak sapi tidak akan pernah menjual sapi di luar dari yang ditetapkan bersama pihak kreditur.

"Ketika ada transaksi maka pembeli langsung bayar ke bank. Kalau ada kelebihan baru dikasih kembali ke peternak," katanya.

Untuk itu, Bupati Korinus pun mengajak pihak lembaga jasa keuangan baik bank maupun non-bank agar hadir untuk menyalurkan kredit kepada para peternak sapi di daerahnya.

"Saya jamin aman. Tidak akan macet dan peternak tidak akan lari karena mereka cukup yakin dengan potensi produksi yang dimiliki," katanya.

Baca juga: Pemda Kupang gandeng perguruan tinggi produksi pakan ternak

Ia menambahkan, di sisi lain dari aspek keamanan, ia mengatakan telah berkoordinasi dengan aparat keamanan di daerahnya untuk selalu menindak secara tegas pelaku praktik pencurian ternak.
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar