BI ajak masyarakat beli produk UMKM

id BI, NTT, Kota Kupang

BI  ajak masyarakat beli produk UMKM

Kepala BI perwakilan NTT I Nyoman Atmaja . (Antara Foto/ Kornelis Kaha)

Jadi ketika UMKM ini berproduksi tentu saja akan menyerap tenaga kerja dan juga ada produksi yang dihasilkan. Tetapi juga ada akan ada permasalahan berikutnya siapa yang membeli produk-produk mereka? Oleh karena itu kami mengajak agar mulai saat ini
Kupang (ANTARA) - Kantor Bank Indonesia Perwakilan Nusa Tenggara Timur mengajak seluruh masyarakat di provinsi berbasis kepulauan itu untuk mulai membeli produk-produk dan jasa dari pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sehingga perputaran ekonomi tetap lancar di tengah pandemi COVID-19 ini.

"Jadi ketika UMKM ini berproduksi tentu saja akan menyerap tenaga kerja dan juga ada produksi yang dihasilkan. Tetapi juga ada akan ada permasalahan berikutnya siapa yang membeli produk-produk mereka? Oleh karena itu kami mengajak agar mulai saat ini kita fokus membeli produk-produk UMKM kita," kata kepala BI perwakilan NTT I Nyoman Atmaja kepada wartawan di Kupang, Selasa, (8/9).

Baca juga: Pemanfaatan lahan untuk produksi garam di NTT capai 173 hektare

Hal ini disampaikan berkaitan dengan potensi resesi ekonomi yang bisa saja terjadi di Indonesia, jika tak masyarakat Indonesia jarang untuk berbelanja produk-produk lokal karya para pelaku UMKM di Indonesia.

BI, kata dia, telah mendorong pemerintah daerah untuk memberikan stimulus bagaimana uang tersebut beredar di masyarakat sehingga masyarakat mampu berbelanja produk-produk UMKM itu.

Selain itu juga pemda sebagai "offtaker" yang membeli barang-barang dan jasa yang diproduksi oleh UMKM yang ada di provinsi berbasis kepulauan itu.

Saat ini ujar sesuai data yang diperoleh dari BPS jumlah UMKM di NTT mencapai 430 ribuan.BI sendiri ujar dia sudah bertemu dengan dinas terkait di NTT untuk mempersiapkan temu bisnisnya baik itu di peternakan, pertanian dan lainnya untuk masuk dalam daftar skim kredit murah dari pemerintah.

Lebih lanjut kata dia berbagai hal yang berkaitan dengan kondisi perekonomian dunia dan nasional tentu saja akan berdampak pada perkekonomian di NTT sendiri.

Baca juga: BI mencatat uang beredar tumbuh melambat pada Juni 2020

"Tetapi memang kita sudah menyiapkan hal itu, salah satu persiapannya yaitu yang sudah saya sampaikan tadi bahwa berbelanja produk-produk UMKM sehingga perputaran uang terus ada," tambah dia.

Nyoman menambahkan bahwa masyarakat sendiri tak perlu cemas, karena apapun yang terjadi berkaitan dengan krisis ekonomi pemerintah sudah mempersiapkan strategi-strategi khusus agar masyarakat tidak menjadi korban.
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar