Kapolda NTT bantu kaki palsu untuk anak SD cacat sejak lahir

id Kapolda NTT, NTT, Kaki Palsu,KOta Kupang

Kapolda NTT bantu kaki palsu untuk anak SD cacat sejak lahir

Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif di (kanan) melihat kaki Yesi Ndun yang lumpuh ditutupi kaos kaki saat hendak memberikan bantuan kaki palsu di Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, NTT, Jumat (2/10/2020).Yesi Ndun merupakan seorang pelajar SD Negeri Bijaesehan yang sejak lahir sudah mengalami kelumpuhan ANTARA FOTO/Kornelis Kaha.

Saya dan teman-teman dari Polda NTT akan terus monitor perkembangan dari anak kita Yesi Ndun ini, dan kita harapkan juga lebih banyak pengusaha atau pihak lain yang juga mau membantu orang-orang di sekitarnya yang membutuhkan
Kupang (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur Irjen Pol Lotharia Latif memberikan bantuan berupa kaki palsu bagi Stenly Yesi Ndun seorang pelajar kelas 1 SD yang mengalami cacat sejak lahir karena tidak memiliki kaki kanan.

"Saya dan teman-teman dari Polda NTT akan terus monitor perkembangan dari anak kita Yesi Ndun ini, dan kita harapkan juga lebih banyak pengusaha atau pihak lain yang juga mau membantu orang-orang di sekitarnya yang membutuhkan," katanya kepada wartawan di Kecamatan Takari, Kabupten Kupang, Jumat, (2/10).

Hal ini disampaikan usai memberikan tali kasih berupa sebuah kaki palsu kepada Yesi Ndun seorang anak berusia tujuh tahun yang kini dirawat oleh neneknya yang berusia 64 tahun karena kedua orang tuanya kini merantau di Kalimantan.

Orang nomor satu di wilayah Polda NTT itu mengatakan bahwa awal mula tergerak hatinya untuk memberikan bantuan berupa kaki palsu itu ketika ia membaca berita di salah satu media yang menggambarkan soal semangat dari Yesi Ndun yang tetap pergi ke sekolah untuk belajar walaupun dalam keadaan tak mempunyai kaki kanan.
 
Stenly Yesi Ndun menggunakan kaki palsu bantuan dari Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif di Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, NTT, Jumat (2/10/2020).Yesi Ndun merupakan seorang pelajar SD Negeri Bijaesehan yang sejak lahir sudah mengalami kelumpuhan dan selama ini saat berangkat ke sekolah ia harus menempuh perjalanan 1,5 kilometer mengandalkan tongkat kayunya. ANTARA FOTO/Kornelis Kaha 

Untuk ke sekolah Yesi Ndun harus berjalan menggunakan tongkat, dan ia harus menempuh perjalanan sejauh satu kilometer agar bisa bertemu dengan teman-temannya dan belajar bersama di SD Negeri Bijaesehan.

"Informasi soal anak Yesi ini saya dapat dari teman-teman media. Terima kasih teman-teman media yang terus melakukan dan menulis hal-hal yang bersifat kemanusiaan yang menggerakkan hati banyak orang untuk membantu," ujar dia.

Ia pun mengaku bahwa usai mendapatkan informasi itu, dirinya langsung menghubungi Kepala Bidang Dokter dan Kesehatan Polda NTT untuk segera memfasilitasi untuk diberikan bantuan kaki palsu itu.

Menurut Komandan berbintang dua itu, Yesi Ndun adalah anak yang selalu ceria dan selalu semangat dalam sekolah. Oleh karena itu dengan adanya kaki Palsu itu Yesi dapat mengikuti aktivitas seperti yang dilakukan anak-anak normal lainnya.

"Ya menurut saya kekurangan fisik atau halangan badan itu bukan suatu masalah untuk mencapai kesuksesan.Banyak orang yang mungkin memiliki keterbatasan dalam diri, tetapi justru kemudian menjadi orang-orang hebat. Kita doakan agar ke depan Yesi menjadi orang hebat di Takari ini," tutur dia.

Baca juga: Kapolda pantau kesiapan Pilkada 2020 di Sumba Timur

Baca juga: Kapolda NTT: Tindak pelaku pelanggar Pilkada 2020


Pada kesempatan itu, Kapolda memberikan santunan juga berupa sembako kepada sejumlah warga kaum disabilitas di kecamatan itu.

Tak hanya itu Kapolda juga memberikan bantuan berupa Alat pelindung diri (APD) dan juga masker kepada anggota polisi yang bertugas di Polsek Takari itu.
 
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar