Rabu, 18 Oktober 2017

Satu Orang Hilang Dalam Tragedi Tenggelamnya Perahu

id Perahu
Satu Orang Hilang Dalam Tragedi Tenggelamnya Perahu
Sejumlah penumpang perahu "Kenangan Indah" yang selamat sedang berada di Polres Kalabahi di Kabupaten Alor, NTT, Sabtu (23/9). (Foto ANTARA/Benny Jahang)
"Perahu yang kami tumpangi, tak sanggup menahan hantaman gelombang dan arus keras di Selat Alor, sampai akhirnya tenggelam. Salah seorang di antara kami, sampai saat ini belum diketahui nasibnya," kata Hamid Anas.
Kupang (Antara NTT) - Satu orang penumpang dilaporkan hilang saat perahu Kenangan Indah yang ditumpangi bersama 16 orang penumpang lainnya, tenggelam di Selat Alor dalam pelayaran dari Kalabahi, Kabupaten Alor menuju Lewoleba, Lembata pada Sabtu dini hari sekitar 01.00 Wita.

"Perahu yang kami tumpangi, tak sanggup menahan hantaman gelombang dan arus keras di Selat Alor, sampai akhirnya tenggelam. Salah seorang di antara kami, sampai saat ini belum diketahui nasibnya," kata Hamid Anas, salah seorang penumpang ketika dihubungi Antara melalui telepon genggamnya dari Kupang, Sabtu.

Ia menjelaskan perahu Kenangan Indah itu dinakhodai oleh Abdul Rasid serta tiga ABK dengan jumlah penumpang yang diangkut saat itu sekitar 16 orang, termasuk di antaranya dua anak kecil.

Perahu itu, menurut Anas, selain mengangkut 16 penumpang juga membawa beberapa kebutuhan pokok seperti beras, minyak tanah, bensin, kopi menuju Lewoleba, ibu kota Kabupaten Lembata.

Perahu ini berangkat dari Kalabahi, ibu kota Kabupaten Alor sekitar pukul 24.30 Wita, namun setelah 30 menit pelayaran, perahu tersebut dihantam gelombang yang sangat keras sampai akhirnya tenggelam.

"Pada saat kejadian itu penumpang berusaha menyelamatkan diri dengan melompat ke laut. Bahkan sejumlah penumpang sempat bertahan di atas kapal sambil berteriak minta pertolongan," kata Anas.

Ia menuturkan, setelah bertahan selama 30 menit, sejumah nelayan yang bermukim tidak jauh dari lokasi kejadian datang menyelamatkan para penumpang untuk mengevakuasi korban ke Pantai Alor Kecil.

Anas mengatakan, dalam peristiwa ini satu penumpang perahu Kenangan Indah masih hilang dan sedang dalam proses pencarian anggota Pos Basarnas Alor.

Setelah para penumpang berhasil diselamatkan ke pantai, sempat menginap di rumah adat warga Alor Kecil sebelum dievakuasi oleh aparat Polres Alor ke Kalabahi, sekitar pukul 06.00 Wita. "Saat ini saya sedang berada di Polres Alor bersama para penumpang lainnya," kata Anas.

Kepala Pos Basarnas Alor Rofi yang dikonfirmasi secara terpisah mengatakan, pihak Basarnas masih melakukan koordinasi di lapangan terkait peristiwa itu untuk mencari salah seorang penumpang yang dilaporkan hilang dalam peristiwa tersebut.

Basarnas langsung bergerak
Sementara itu, tim pencari dan penyelamat dari unsur Basarnas, Polri, dan TNI di Kabupaten Alor langsung melakukan pencarian terhadap satu korban hilang dalam peristiwa tengelamnya perahu motor Kenangan Indah di Selat Alor atau lebih populer dengan sebutan Mulut Kumbang.

"Tim SAR gabungan dari unsur Kepolisian, TNI, Basarnas serta pemerintah di Alor sedang melakukan upaya pencarian terhadap korban yang hilang dalam peristiwa itu," kata Kepala Kantor SAR (Search and Rescue) Kupang I Nyoman Sidakara ketika dihubungi Antara di Kupang, Sabtu.

Nyoman mengatakan, pihak Basarnas sudah mengerahkan tim pencari bersama unsur terkait di wilayah itu untuk melakukan pencarian dan penyelamatan terhadap satu penumpang yang masih hilang akibat tengelamnya perahu motor Kenangan Indah di sekitar Mulut Kumbang, Sabtu dini hari.

"Peristiwa tengelamnya perahu motor Kenangan Indah yang ditumpangi sekiytar 20 orang itu, baru kami terima Sabtu (23/9) pagi sekitar pukul 08.30 Wita. Tim kita sedang melakukan pencarian di tempat kejadian," ujarnya.

Ia mengatakan laporan yang diterima Basarnas Kupang dari anggota Polres Alor menyebutkan perahu motor Kenangan Indah tujuan Lewoleba, Kabupaten Lembata ditumpangi 20 orang terdiri dari 16 orang penumpang termasuk dua anak-anak serta empat anak buah kapal (ABK).

Perahu motor Kenangan Indah, kata dia, tenggelam setelah dihantam gelombang besar di Mulut Kumbang pada Sabtu (23/9) dini hari sekitar pukul 01.30 Wita, hingga kapal yang penuh dengan muatan itu karam.

"Dalam peritiwa itu satu korban masih hilang," kata Nyoman dan menambahkan korban yang hilang dan sedang dalam pencarian tim SAR gabungan di Kabupaten Alor itu bernama Hasanudin Basir.

Ia menegaskan tim SAR gabungan sedang melakukan upaya pencarian terhadap korban hilang sepanjang pesisir pantai sekitar Pulau Alor termasuk di sekitar lokasi kejadian sampai menyisir semua wilayah di sekitarnya.

Editor: Laurensius Molan

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga