Jembatan Petuk-I jadi destinasi wisata

id Petuk

Warga menikmati keindahan alam dan keindahan jembatan Petuk di Kota Kupang, NTT (11/3). Jembatan Petuk yang dibangun dengan anggaran pemerintah pusat senilai Rp235 miliar. Foto ANTARA/Kornelis Kaha

Jembatan Petuk I di Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, kini menjadi salah satu destinasi wisata bagi warga di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur ini.
Kupang (AntaraNews NTT) - Jembatan Petuk I di Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, kini menjadi salah satu destinasi wisata bagi warga di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur ini.

"Pada awalnya kami membangun jembatan ini dengan tujuan memperlancar arus lalu lintas di wilayah Kota Kupang, tetapi setelah dibangun ternyata saat ini menjadi destinasi wisata baru bagi warga di Kota ini," kata Kepala Balai Jalan Nasional X Bambang Nurhadi kepada Antara di Kupang, Minggu.

Jembatan Petuk I yang selesai dibangun pada 2017 lalu ini merupakan jembatan tertinggi dan terpanjang di kota Kupang. Jembatan ini menjadi kawasan destinasi karena memiliki pemandangan alam yang menakjubdkan.

Dari atas jembatan tersebut para pengunjung bisa menikmati keindahan kota Kupang, dan keindahan dari pantai di Kota Kupang.

Bambang mengatakan dalam kunjungan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mochamad Basoeki Hadimoeljono beberapa waktu lalu, sempat meninjau jembatan tersebut dan mendesak agar jembatan itu dihiasi dengan ornamen-ornamen khas NTT.

"Waktu pak Menteri datang, beliau meminta agar kalau masih ada dananya tolong supaya estetika atau keindahan jembatan ini dibuat. Hal ini disampaikan saat berkunjung dan melihat langsung jembatan ini," ujar Bambang.

Lebih lanjut pada dasarnya soal estetika pihak Direktorat Jalan di Jakarta pada prinsipnya setuju. Namun karena masih ada perpanjangan jalan lagi sepanjang dua kilometer maka pihaknya diminta untuk konsen terhadap pembuatan jalan tersebut menuju ke Kelurahan Naimata, Kota Kupang.

Namun mengingat masih ada dana sedikit pihak Balai Jalan Kupang kemudian membuat pengamanan di pinggiran jembatan itu sehingga tidak menjadi lokasi orang untuk bunuh diri.

"Kita tidak ingin jembatan ini nantinya menjadi lokasi bunuh diri seperti jembatan Liliba, oleh karena itu kita pasang penghalang serta lampu penerangan jalan agar tidak terjadi seperti di Liliba," ujarnya.

Lebih lanjut Bambang mengatakan selain jembatan yang akan dihias sehingga terlihat indah, pihaknya juga akan membuat taman di sekitaran jembatan itu sehingga nantinya bisa menjadi tempat bermain.

"Namun ini akan kami lakukan pascaperbaikan jalan sepanjang dua Kilometer menuju ke Naimata tersebut," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar