Wamen LHK tekankan penerapan prokes ketat di TWA dan TN

id Wamen LHK, HKAN 2021,Kota Kupang

Wamen LHK tekankan penerapan prokes ketat di TWA dan TN

Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong saat memberikan kata sambutan dalam acara puncak Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2021 di Kupang, Provinsi NTT, Rabu (24/11/2021). (FOTO ANTARA/Kornelis Kaha)

Kupang (ANTARA) - Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong menekankan penerapan protokol kesehatan (prokes) COVID-19 yang ketat di kawasan taman wisata alam (TWA) dan taman nasional (TN) saat penerimaan kunjungan wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara.

"Kawasan Taman Wisata Alam Teluk Kupang di Lasiana ini kan nanti akan dijadikan pusat kuliner NTT, tentu saja akan banyak wisatawan yang datang, karena itu protokol kesehatan yang ketat harus diterapkan di sini," katanya di Kupang, Rabu,  (24/11) saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Kupang untuk menghadiri puncak Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2021 di Pantai Lasiana.

Menurut dia ke depannya kawasan Pantai Lasiana yang kini menjadi lokasi HKAN 2021 karena berhadapan langsung dengan lokasi Taman Wisata Alam Teluk Kupang akan makin banyak dikunjungi wisatawan.

Wamen mengatakan bahwa kawasan Pantai Lasiana sendiri diyakini bisa menjadi lokasi destinasi wisata alam karena memang potensinya sudah ada.

Oleh karena itu, kata dia, alasannya dipilihnya Kota Kupang sebagai lokasi HKAN 2021 adalah bertujuan untuk menarik kembali wisatawan untuk berkunjung ke NTT namun tetap dengan mematuhi prokes.

Ia juga mengatakan bahwa HKAN 2021 bertujuan untuk memotivasi gerakan kolektif menjadikan konservasi sebagai gaya hidup anak muda di era digital.

"Jadi dapat menjadi 'new life style for young generation' atau gaya hidup baru bagi generasi muda," katanya.

Ia menjelaskan bahwa dengan tema HKAN 2021 Bhavana Satya Alam Budaya Nusantara" yang artinya memupuk kecintaan pada alam dan budaya nusantara, yang diterjemahkan sebagai "Living with nature and culture".

"Hal ini sejalan dengan pembelajaran yang diberikan di tengah pandemi COVID-19 yang sudah menimpa negeri ini dan seluruh dunia selama dua tahun terakhir ini dimana orang akan kembali ke alam," katanya.

Pengembangan pariwisata saat ini lebih pada ke alam, sehingga suatu saat wisatawan akan lebih banyak berwisata untuk melihat keindahan alam bukan keindahan perkotaan dan lainnya, demikian Alue Dohong .


Baca juga: Wamen KLHK : Jadikan konservasi sebagai gaya hidup anak muda di era digital

Baca juga: Dirjen KSDAE sebut lima basis dalam konservasi di Indonesia

 
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2021