Daerah kekeringan diharapkan mengirim proposal bantuan

id BPBD

Kepala BPBD NTT, Tini Tadeus.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur mengimbau BPBD di setiap kabupaten/kota untuk segera mengirimkan proposal bantuan jika ada bencana kekeringan di daerahnya.
Kupang (AntaraNews NTT) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur mengimbau BPBD di setiap kabupaten/kota untuk segera mengirimkan proposal bantuan jika ada bencana kekeringan di daerahnya.

"Anggaran untuk bencana semuanya ada di BNPB Pusat, sehingga jika ingin mendapatkan bantuan maka setiap kabupaten yang daerahnya mulai terkena bencana kekeringan agar segera mengirimkan proposal bantuan untuk diajukan ke pusat," kata Kepala BPBD Provinsi NTT Tini Tadeus di Kupang, Kamis (13/9).

Tini Tadeus menyampaikan imbauannya berkaitan dengan kemarau panjang yang sudah berdampak ke sejumlah kabupaten di NTT berupa kekeringan.

Jumlah pengajuan proposal bantuan, kata Tini, tergantung pada kabupaten setempat dengan melihat seberapa jauh bencana kekeringan yang ada di daerah tersebut.

"BNPB menyiapkan kurang lebih bantuan senilai Rp1 miliar untuk setiap kabupaten. Namun jika proposal sudah dikirim, nanti akan ada tim yang diturunkan untuk mengecek kebenaran dari bencana, dan seberapa jauh kerusakan serta apakah anggaran yang diajukan itu sesuai atau tidak dengan kebutuhan," tambahnya.

Tini mengatakan melihat dari pengalaman sejauh ini, dari proposal yang diajukan sebesar Rp1 miliar, paling sedikit yang disetujui hanya mencapai Rp600 juta hingga Rp700 juta.

Baca juga: 10 kabupaten di NTT alami kekeringan ekstrem
Baca juga: Kekeringan ekstrem di NTT meluas


"Hal ini karena peninjau melihat bahwa kerusakkan akibat bencana kekeringan tak begitu parah," tambahnya lagi.

Hingga saat ini, lanjut dia baru ada dua kabupaten yang sudah membuat proposal bencana kekeringan. Dua Kabupaten yang sudah mengajukan proposal itu adalah Nagekeo serta kabupaten Sumba Timur.

"Sementara yang? lainnya kami harapkan segera mengirimkan proposal agar bisa diajukan ke pusat, sehingga daerah yang terkena bencana kekeringan dapat mendapatkan segera anggarannya," ujarnya.

Sementara itu jika dilihat dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) ada empat kabupaten yang mengandalkan APBD untuk antisipasi kekeringan, yakni Timor Tengah Selatan (TTS) Sabu Raijua, Sumba Barat, dan Kota Kupang. 

Baca juga: BPBD NTT siaga bencana kekeringan
Baca juga: BPBD NTT pantau dampak kekeringan ekstrem
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar