Pemkab Sabu antisipasi kendala daring pendaftaran CPNS

id Rihi heke

Wakil Bupati Sabu Raijua Nikodemus Rihi Heke. (ANTARA Foto/Asis Lewokeda)

Pemerintah Sabu Raijua telah mengantisipasi kendala akses internet menyambut pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2018 secara daring di pulau terdepan nusantara itu.
Kupang (AntaraNews NTT) - Wakil Bupati Sabu Raijua Nikodemus Rihi Heke mengatakan pihaknya telah mengantisipasi kendala akses internet menyambut pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2018 secara daring di pulau terdepan nusantara itu.

"Untuk antisipasi saya sudah perintahkan penjabat Sekda untuk umumkan agar para tenaga kontrak diizinkan ke Kupang saat hari pendaftaran CPNS secara online agar mereka tidak ketinggalan," katanya di Kupang, Jumat (21/9).

Nikodemus mengatakan wilayah Sabu Raijua memang sudah dijangkau jaringan internet, namun terkadang aksesnya sangat lambat.

Untuk itu, pemerintah daerah mengeluarkan kebijakan dengan mengizinkan para tenaga kontrak pada organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mendaftar ke luar daerah ketika hari pendaftaran.

"Tapi misalnya satu OPD ada 10 orang tenaga kontrak maka izinkan dulu lima orang lalu kembali diganti lagi 5 orang supaya bisa dapat pelayanan karena kalau tidak akan sulit nantinya," katanya.

Baca juga: Kuota CPNS Kota Kupang 250 orang
Baca juga: 435 CPNS Kemenkumham terima pembekalan dari gubernur


Nikodemus menjelaskan selama dua tahun terkahir pemerintah daerah setempat belum mengangkat tenaga kontrak menjadi tenaga PNS karena masih disesuaikan dengan regulasi yang ada.

"Regulasi sekarang kan tenaga kontrak yang K2 itu bisa diangkat jadi PNS tapi harus melalui tes seperti biasa," katanya.

Ia mengemukanan kuota penerimaan CPNS tahun 2018 yang diberikan pemerintah untuk Kabupaten Sabu Raijua sebanyak 330 orang, yang sebagian besarnya untuk formasi tenaga kesehatan dan pendidikan.

"Yang lainnya itu ada tenaga teknis tapi tidak banyak. Sebenarnya masih membutuhkan banyak tapi kuota ini sudah ditetapkan yah kita terima saja," demikian Nikodemus Rihi Heke.
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar