Wisatawan diharapkan berhati-hati saat ke Kellaba Maja
Senin, 19 November 2018 13:02 WIB
Obyek wisata Kelabba Maja di Pulau Sabu, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur masuk dalam nominasi Anugerah Pariwisata Indonesia (API) 2018. (ANTARA Foto/istimewa)
Kupang (AntaraNews NTT) - Para wisatawan asing dan domestik diharapkan hati-hati saat menikmati keindahan obyek wisata Kellaba Maja di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, karena rentan terhadap bahaya jika dipanjat seenaknya.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur Marius Jelamu mengatakan kegiatan pengunjung objek wisata Kellaba Maja, Kabupaten Sabu Raijua, perlu dikontrol, baik oleh pemkab maupun pengelolanya.
"Kellaba Maja harus dikontrol karena ini wisata bukit bebatuan sehingga sangat rentan bahaya bila dipanjat seenaknya," kata Marius di Kupang, Senin (19/11), berkaitan dengan pengembangan objek wisata bukit warna warni serta batu keseimbangan yang dikenal dengan wisata Kellaba Maja.
Objek wisata ini telah meraih juara pertama dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) tahun 2018 di Jakarta dengan kategori destinasi Surga Tersembunyi Terpopuler.
Marius yakin bahwa dengan raihan juara ini akan berdampak besar bagi peningkatan arus kunjungan wisatawan ke daerah itu di masa mendatang.
Ia mengemukakan, pemerintah setempat tampak sedang mempersiapkan pembangunan jalan menuju objek wisata setempat.
Namun, ia berharap tidak berhenti hanya pada pembangunan jalan melainkan aktivitas pengunjung juga dikontrol secara baik. Obyek wisata Kelabba Maja di Pulau Sabu, Kabupaten Sabu Raijua yang masuk dalam nominasi Anugerah Pariwisata Indonesia (API) 2018. (ANTARA Foto/istimewa) "Kami yakin ke depan tentu arus kunjungan akan semakin ramai, karena itu kami harapkan pengunjung jangan naik di bukit berbatuan di sana karena rawan mengancam keselamatan," katanya.
Marius meminta agar pemerintah daerah setempat juga mebuat suatu aturan untuk mengontrol aktivitas pengunjung.
"Jika perlu dibuatkan pagar alam atau ada imbauan atau tanda larangan sehingga wisatawan tidak memanjat di bukit warna warni itu," demikian Marius Jelamu.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur Marius Jelamu mengatakan kegiatan pengunjung objek wisata Kellaba Maja, Kabupaten Sabu Raijua, perlu dikontrol, baik oleh pemkab maupun pengelolanya.
"Kellaba Maja harus dikontrol karena ini wisata bukit bebatuan sehingga sangat rentan bahaya bila dipanjat seenaknya," kata Marius di Kupang, Senin (19/11), berkaitan dengan pengembangan objek wisata bukit warna warni serta batu keseimbangan yang dikenal dengan wisata Kellaba Maja.
Objek wisata ini telah meraih juara pertama dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) tahun 2018 di Jakarta dengan kategori destinasi Surga Tersembunyi Terpopuler.
Marius yakin bahwa dengan raihan juara ini akan berdampak besar bagi peningkatan arus kunjungan wisatawan ke daerah itu di masa mendatang.
Ia mengemukakan, pemerintah setempat tampak sedang mempersiapkan pembangunan jalan menuju objek wisata setempat.
Namun, ia berharap tidak berhenti hanya pada pembangunan jalan melainkan aktivitas pengunjung juga dikontrol secara baik. Obyek wisata Kelabba Maja di Pulau Sabu, Kabupaten Sabu Raijua yang masuk dalam nominasi Anugerah Pariwisata Indonesia (API) 2018. (ANTARA Foto/istimewa) "Kami yakin ke depan tentu arus kunjungan akan semakin ramai, karena itu kami harapkan pengunjung jangan naik di bukit berbatuan di sana karena rawan mengancam keselamatan," katanya.
Marius meminta agar pemerintah daerah setempat juga mebuat suatu aturan untuk mengontrol aktivitas pengunjung.
"Jika perlu dibuatkan pagar alam atau ada imbauan atau tanda larangan sehingga wisatawan tidak memanjat di bukit warna warni itu," demikian Marius Jelamu.
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemenkum NTT dan Pemkab Sabu Raijua mengharmonisasi tiga raperda strategis
06 December 2025 10:26 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB