Kupang (Antara NTT) - Wilayah Amfoang Utara di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur masih terisolasi sampai saat ini, akibat akses jalan ke wilayah tersebut masih rusak parah menyusul cuaca buruk yang melanda wilayah tersebut selama ini.

"Kondisi jalan di pegunungan Amfoang masih berlumpur sehingga praktis tidak bisa dilintasi kendaraan umum, kecuali dari arah Eban di Kabupaten Timor Tengah Selatan," kata Camat Amfoang Utara Ande Naisunis ketika dihubungi dari Kupang, Senin.

Ia mengatakan sejak cuaca buruk melanda daerah Amfoang awal Februari lalu, akses transportasi darat dari Oelamasi, ibu Kota Kabupaten Kupang menuju Amfoang Utara praktis putus total.

"Sejak sepekan ini hujan sudah berhenti namun kondisi jalan di daerah ini masih berlumpur tidak bisa dilintasi kendaran truk dan bus umum," kata Naisunis.

Ia mengatakan akibat buruknya kondisi jalan menuju Amfoang Utara di wilayah perbatasan dengan daerah kantung Timor Leste, Oecusse itu, masyarakat mencari alternatif dengan perahu motor menuju Kota Kupang.

"Mereka menyewa perahu motor milik nelayan setempat jika hendak bepergian ke Kota Kupang jika ada kebutuhan yang mendesak," ujarnya.

Wilayah Amfoang di Kabupaten Kupang merupakan salah satu daerah terpencil dan terluar di Provinsi Nusa Tenggara Timur akibat sulitnya akses jalan menuju ke daerah tersebut.

Untuk menggapai Amfoang dan wilayah lainnya, harus melintasi 188 kali yang berukuran lebar dengan jarak tempuh hampir sejam dengan kendaraan roda empat di waktu normal.

Namun, ketika musim hujan yang disertai dengan badai, hampir tak ada satupun kendaraan yang berani bepergian ke Amfoang, karena medan jalannya amat sangat buruk.

Sejak Indonesia Merdeka 1945, kawasan tersebut praktis belum tersentuh aspal jalan dengan jaringan listrik yang masih minim, sehingga perlu terus dibangun untuk memerdekan rakyat Amfoang dari belenggu keterbelakangan dan keterpencilan.

Wilayah tersebut kaya dengan berbagai hasil pertanian dan peternakan, namun masyarakat sulit memasarkannya akibat minimnya sarana transportasi serta sebagian besar wilayahnya masih terisolasi.