Ada 11 potensi bencana di NTT
Rabu, 10 Oktober 2018 16:37 WIB
Kepala BPBD NTT, Tini Tadeus
Kupang (AntaraNews NTT) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur mencatat ada 11 potensi bencana biasanya terjadi di wilayah provinsi berbasis kepulauan ini, sehingga perlu diantisipasi risiko kebencanaannya.
"Kami sudah petakan risiko bencana alam di daerah ini, dan ada kurang lebih 11 potensi bencana yang ada di NTT," kata Kepala BPBD NTT Tini Thadeus kepada wartawan di Kupang, Rabu (10/10).
Ia menyebutkan 11 potensi bencana itu di antaranya adalah tsunami, banjir, gunung meletus, kejadian luar biasa penyakit, puting beliung, serta kekeringan dan lain-lain.
Oleh karena itu, menurutnya, pembanguan di setiap kabupaten/kota di provinsi itu diharapkan tidak mengabaikan kajian pemetaan bencana, sebagai antisipasi risiko bencana agar tidak berakibat fatal saat terjadi bencana.
Ia mengatakan selain memetakan potensi bencana, pihak BPBD juga berusaha memperkecil risiko jumlah korban jika terjadi bencana, dengan cara menempatkan papan peringatan, serta peta bagi setiap warga yang ingin menyelamatkan diri jika terjadi bencana.
Baca juga: BPBD NTT siaga bencana kekeringan
"Dalam setiap papan peringatan, kami juga memberikan tanda-tanda evakuasi jika terjadi bencana. Yakni seperti berlari ke tempat yang lebih tinggi," tambahnya.
Sementara itu terkait tsunami di kota Kupang, kata dia, kemunginan ketinggian tsunami di kota kasih itu bisa mencapai hingga 19 meter menurut penelitian oleh para ahli.
"Kota Kupang dinilai oleh para ahli rawan jika terkena bencana tsunami, karena memang terletak di teluk yang rawan bencana," katanya mengutip para ahli.
"Kami sudah petakan risiko bencana alam di daerah ini, dan ada kurang lebih 11 potensi bencana yang ada di NTT," kata Kepala BPBD NTT Tini Thadeus kepada wartawan di Kupang, Rabu (10/10).
Ia menyebutkan 11 potensi bencana itu di antaranya adalah tsunami, banjir, gunung meletus, kejadian luar biasa penyakit, puting beliung, serta kekeringan dan lain-lain.
Oleh karena itu, menurutnya, pembanguan di setiap kabupaten/kota di provinsi itu diharapkan tidak mengabaikan kajian pemetaan bencana, sebagai antisipasi risiko bencana agar tidak berakibat fatal saat terjadi bencana.
Ia mengatakan selain memetakan potensi bencana, pihak BPBD juga berusaha memperkecil risiko jumlah korban jika terjadi bencana, dengan cara menempatkan papan peringatan, serta peta bagi setiap warga yang ingin menyelamatkan diri jika terjadi bencana.
Baca juga: BPBD NTT siaga bencana kekeringan
"Dalam setiap papan peringatan, kami juga memberikan tanda-tanda evakuasi jika terjadi bencana. Yakni seperti berlari ke tempat yang lebih tinggi," tambahnya.
Sementara itu terkait tsunami di kota Kupang, kata dia, kemunginan ketinggian tsunami di kota kasih itu bisa mencapai hingga 19 meter menurut penelitian oleh para ahli.
"Kota Kupang dinilai oleh para ahli rawan jika terkena bencana tsunami, karena memang terletak di teluk yang rawan bencana," katanya mengutip para ahli.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB
KPAI menemukan pencairan dana PIP kasus anak akhiri hidup di NTT terkendala teknis bank
11 February 2026 13:50 WIB