Gubernur NTT berikan perhatian bagi warga eks Timor Timur

id Gubernur

Gubernur NTT Viktor B Laiskodat membidik sasaran saat peresmian lapangan tembak milik Brimod Polda NTT, Rabu (14/11). (ANTARA Foto//Kornelis Kaha)

Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor B Laiskodat berjanji akan memberikan perhatian bagi warga eks Timor Timur yang masih tinggal di atas lahan milik warga lokal, NTT.
Kupang (ANTARA News NTT) - Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor B Laiskodat berjanji akan memberikan perhatian bagi warga eks Timor Timur yang masih tinggal di atas lahan milik warga lokal, NTT.

"Namun, sebelum itu, pola pikir mereka (warga eks Timor Timur, red) harus diubah terlebih dahulu," katanya di Kupang, Rabu (5/12), saat menerima kunjungan organisasi pemayung warga Timtim di perantauan (UNTAS--Uni Timor Aswain), pimpinan Eurico Guterres.

Gubernur Laiskodat mengatakan bahwa berbagai kasus yang ada di NTT jangan semuanya diserahkan pada pemerintah pusat, karena ada pemerintah provinsi yang bisa mampu menangganinya.

Menurutnya, Pulau Timor mempunyai potensi ekonomi yang bisa dikembangkan dengan baik untuk masa depan anak Timor.

Artinya bahwa NTT sebagai provinsi yang berada di Pulau Timor itu bisa menjalin kerja sama dengan Timor Leste untuk membangun perekonomian yang baik.

Oleh karena itu, ia berharap agar semua warga eks Timor Timor yang ada di Naibonat, Kabupaten Kupang serta di Haliwen, Kabupaten Belu harus bekerja sama dengan pemerintah NTT jika ingin mendapatkan jaminan hidup yang lebih baik.
Gubernur NTT Viktor B Laiskodat saat bersama Ketua Organisasi UNTAS Eurico Gutteres di ruang Rapat Kantor Gubernur NTT, Rabu (5/12). (ANTARA Foto/Kornelis Kaha) 
"Kita mempunyai lahan di dua daerah itu, kita dapat memberikan kepada mereka, tetapi apakah mereka mau bekerja keras demi NTT dan membangun NTT," katanya dalam nada tanya.

Gubernur mengatakan masalah tanah tidak akan menjadi masalah selama warga eks Timor Timur itu mau tinggal di mana saja asalkan mau benar-benar bekerja buat NTT.

NTT saat ini, kata dia, sedang serius membangun, oleh karena itu ia membutuhkan orang-orang yang mau bekerja demi NTT.

"Kecuali orang-orang bodoh dan malas saja yang tidak ingin NTT ini berkembang. Di dunia hanya ada tiga masalah mengapa orang suka ribut, yakni malas, miskin dan mabuk," katanya.

Ia berharap agar ada pertemuan lanjutan guna membicarakan kehidupan warga eks Timor Timur serta keinginan mereka untuk membangun NTT.
Ketua organisasi Uni Timor Aswain (UNTAS) Eurico Guterres memberikan keterangan kepada kepada wartawan di Kupang, Rabu (5/12). (ANTARA Foto/Kornelis Kaha) 

 
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar