Bupati Matim minta kades proaktif cek dokumen kependudukan warga

id Pj Bupati Matim, Manggarai Timur, Kota Komba Utara, Kades, dokumen kependudukan

Bupati Matim minta kades proaktif cek dokumen kependudukan warga

Suasana kunjungan kerja perdana Pj Bupati Matim Boni Hasudungan di Kecamatan Kota Komba Utara pada Senin (26/2/2024).  (ANTARA/HO-Bagian Protokol dan Komunitas Pimpinan Setda Manggarai Timur)

Saya minta agar proaktif mengecek masyarakatnya yang belum memiliki dokumen kependudukan...
Labuan Bajo (ANTARA) - Penjabat Bupati (Pj) Bupati Manggarai Timur (Matim), Provinsi Nusa Tenggara Timur, Boni Hasudungan meminta para kepala desa di daerah itu proaktif mengecek dokumen kependudukan warganya.
 
"Saya minta agar proaktif mengecek masyarakatnya yang belum memiliki dokumen kependudukan. Dokumen kependudukan berupa KTP (Kartu Tanda Penduduk), Kartu Keluarga (KK) dan NIK (Nomor Induk Kependudukan) yang valid adalah yang wajib dimiliki. Bansos (bantuan sosial) sampai pupuk subsidi hanya akan diberikan kepada yang memiliki dokumen kependudukan yang valid," katanya dalam keterangan yang diterima di Labuan Bajo, Selasa, (27/2/2024).
 
Dia juga menjelaskan beberapa hal yang menjadi prioritas dalam pelaksanaan tugasnya selama satu tahun ke depan, yaitu penurunan angka kemiskinan, menekan angka stunting dan menahan laju inflasi.
 
Selain meminta kerja sama seluruh pihak, dia juga meminta para kepala desa untuk melakukan pendataan detail dan mengenal masyarakatnya yang masuk kategori miskin ekstrem, anak stunting dan ibu-ibu yang kehamilannya bermasalah.
 
Dengan data yang jelas dan valid, lanjut dia, maka penanganan berupa makanan tambahan, bansos dan lain sebagainya dinilai akan lebih tepat sasaran.
 
"Data juga masyarakat yang belum memiliki BPJS, terutama ibu hamil. Kita maksimalkan semua upaya yang kita bisa untuk membantu, intervensi pada ibu hamil yang bermasalah akan membantu mencegah anak stunting," katanya.
 
Kepada para kepala desa dia juga menyampaikan pada Maret 2024 ini akan diupayakan para kepala desa menerima gaji setiap bulan.
 
"Jadi tidak perlu menunggu tiga bulan atau enam bulan sekali. Gaji adalah hak bapak dan ibu sekalian sehingga ini akan otomatis tanpa syarat dan ketentuan, berbeda dengan dana desa yang baru bisa dicairkan setelah syarat dan ketentuan dipenuhi. Ini salah satu komitmen saya sebagai Penjabat Bupati dan akan saya bersama dinas terkait upayakan agar bulan Maret ini sudah terealisasi," katanya.

Baca juga: Manggarai Timur gelar dua festival promosi desa wisata

Baca juga: Perekaman KTP-el Manggarai Timur tertinggi se-NTT


Setelah berdiskusi dengan para kepala desa dan tokoh masyarakat Kecamatan Kota Komba Utara, dilaksanakan juga penyerahan sebanyak 39 ton bantuan sosial berupa sembako secara simbolis yang diterima oleh perwakilan masyarakat, serta penyerahan secara simbolis anakan pohon yang diterima oleh para tua teno sebagai bagian dari program sejuta pohon di Kecamatan Kota Komba Utara.

Baca juga: Pemkab Matim imbau warga daerah rawan waspada bencana

Baca juga: Desa wisata di Matim masuk 15 besar Desa Wisata Nusantara