Dampak banjir lebih dirasakan warga Sikka di Flores

id Banjir

Ruas jalan yang menghubungkan Ruteng-Reo di Kabupaten Manggarai, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur putus akibat tergerus banjir bandang pada Kamis (24/1). (ANTARA Foto/ist).

Dampak bencana banjir yang terjadi dalam kurun waktu Desember 2018 hingga Januari 2019 lebih dirasakan warga Kabupaten Sikka di Pulau Flores.
Kupang (ANTARA News NTT) - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur Tini Tadeus mengemukakan dampak bencana banjir yang terjadi dalam kurun waktu Desember 2018 hingga Januari 2019 lebih dirasakan warga Kabupaten Sikka di Pulau Flores.

"Sejumlah daerah di NTT memang terdampak banjir selama kurun waktu itu. Namun, lebih dominan dirasakan warga di Kabupaten Sikka," katanya di Kupang, Jumat (8/2) dan menjelaskan banjir bandang yang terjadi pada 27 Desember 2018 di Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, telah merendam sedikirnya 45 rumah warga.

Selain itu, banjir juga menyebabkan amblasnya dua jembatan di Kali Dagamage dengan luas masing-masing sekitar 30 meter persegi. Bahkan, amblasnya jembatan ini membuat arus transportasi di jalur Pantai Utara Pulau Flores yang menghubungkan Sikka, Ende, dan Nagekeo sempat macet total.

Ia mengatakan, sejumlah daerah lain di provinsi berbasiskan kepulauan itu juga terdampak banjir dalam kurun waktu yang sama seperti robohnya satu jembatan di Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu di Pulau Timor.

Selain itu, banjir juga terjadi di Kabupaten Timor Tengah Utara yang mengakibatkan sekitar 11 rumah warga yang terendam dan kerusakan dua unit deuker. "Namun kalau dilihat dari dampaknya lebih luas yang terjadi di Kabupaten Sikka," katanya.

Tini mengatakan, dampak banjir tersebut sudah ditangani masing-masing pemerintah daerah. Namun, ia berharap ke depan lebih diutamakan pada upaya pencegahan.

"Seperti banjir yang terjadi akibat air sungai meluap ini perlu ada intervensi pembangunan infrastruktur pendukung untuk mengurangi risiko banjir ketika terjadi hujan lebat," katanya.
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar