Kupang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur bersama sejumlah anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) dan masyarakat menggelar doa bersama untuk kedamaian dan kerukunan hidup di Indonesia.
"Jadi doa bersama ini terlaksana secara spontan, setelah siang tadi Forkompimda bertemu, dan kami merasa bahwa kita semua bisa berdiri bersama malam ini di depan gedung sasando ini," kata Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena saat menyampaikan pidatonya jelang doa bersama di halaman kantor gubernur NTT, Minggu malam.
Dia mengatakan dengan doa bersama itu, pemerintah, ingin menunjukkan kepada seluruh masyarakat di NTT bahwa NTT tetap damai, serta daerah yang nyaman untuk kita tinggali dan hidup rukun dengan baik.
Pantauan ANTARA, doa bersama itu juga dihadiri oleh, sejumlah masyarakat dan aparat keamanan baik TNI maupun Polri di wilayah Kota Kupang, termasuk organisasi kemahasiswaan Cipayung, serta sejumlah komunitas ojol, dan beberapa komunitas lainnya.
Doa bersama itu juga dipimpin langsung oleh para tokoh agama dari lima agama di Indonesia.
Dalam doa bersama itu, mereka memohon agar kondisi negara yang tidak baik-baik saat ini, akibat berbagai unjuk rasa, yang menimbulkan korban jiwa segera berakhir, sehingga Indonesia bisa damai lagi.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur NTT juga mengajak masyarakat yang hadir untuk menundukkan kepala, mendoakan para korban yang meninggal dunia akibat unjuk rasa dan berbagai aksi anarkis yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan doa bersama diakhiri dengan pembacaan deklarasi secara bersama-sama yang dipimpin oleh Ketua DPRD NTT Emilia Nomleni.
Retno seorang warga Kota Kupang ditemui usai doa bersama, mengharapkan peristiwa yang terjadi di Indonesia, segera berakhir. Dia berharap agar jika ada unjuk rasa di Kota Kupang, dilaksanakan dengan damai.

Pemprov-Forkompimda NTT gelar doa bersama untuk kedamaian Indonesia

Gubernur NTT Melki Laka Lena saat menyampaikan sambutannya dalam acara doa bersama untuk kedamaian Indonesia di depan gedung Sasando kantor gubernur NTT, Minggu (31/8/2025/). ANTARA/Kornelis Kaha
