Waspadai kebakaran di Kota Kupang

id kebakaran

Kepala Dinas Kebakaran Kota Kupang, Mesakh R Bailaen (ANTARA FOTO/Benny Jahang)

Kasus kebakaran di wilayah Kota Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur mulai meningkat setelah memasuki musim kemarau tahun ini.
Kupang (ANTARA) - Kepala Dinas Kebakaran Kota Kupang Mesakh R Bailaen mengatakan kasus kebakaran di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur mulai meningkat setelah memasuki musim kemarau tahun ini.

"Hingga minggu kedua bulan Mei 2019, kasus kebakaran di Kota Kupang telah mencapai delapan kasus yang terdiri dari kasus kebakaran lahan dan rumah penduduk," kata Mesakh R Bailaen ketika dihubungi Antara di Kupang, Senin (13/5).

Ia mengatakan kasus kebakaran lahan di Kota Kupang tampak masih mendominasi karena masih banyak terdapat lahan kosong dengan rumput kering yang mudah terbakar serta tidak dibersihkan pemilik lahan.

Selain kebakaran lahan, kata dia, kasus kebakaran rumah penduduk di Kota Kupang juga mulai terjadi akibat ledakan kompor yang dipicu angin kencang yang sedang menerjang wilayah kota saat ini.

"Lahan-lahan yang terbakar itu pada umumnya merupakan lahan tidur yang tidak dimanfaatkan pemiliknya. Ada pihak tertentu yang membuang puntung rokok sehingga memicu terjadinya kebakaran lahan," kata Mesakh.

Ia berharap masyarakat Kota Kupang untuk membersihkan lahan kosong yang memiliki rumput kering guna mengantisipasi terjadinya kebakaran yang bisa menyulut apa ke rumah warga di sekitarnya.

Dia mengatakan, Dinas Kebakaran Kota Kupang telah melakukan koordinasi dengan 51 kelurahan di kota ini untuk terus mengimbau warganya agar tidak membakar lahan selama daerah ini memasuki musim kemarau karena memicu terjadinya kebakaran yang lebih luas lagi, apalagi saat ini Kota Kupang sedang dilanda angin kencang.

Baca juga: Dispar prihatin terhadap kebakaran kampung adat Nggela
Baca juga: 17 titik panas di wilayah NTT
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar