Persediaan beras cukup untuk 3,7 bulan

id Bulog NTT, Persediaan beras di NTT

Persediaan beras cukup untuk 3,7 bulan

Persediaan beras yang dimiliki Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Provinsi Nusa Tenggara Timur di salah satu gudang utama yang ada di Kecamatan Alam, Kota Kupang. (ANTARA FOTO/Aloysius Lewokeda)

Persediaan beras yang dimiliki Perum Bulog NTT cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat hingga 3,7 bulan ke depan.
Kupang (ANTARA) - Persediaan beras yang dimiliki Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Nusa Tenggara Timur cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat hingga 3,7 bulan ke depan.

“Persediaan beras kami masih ada sekitar 31.500 ton di gudang dan ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di NTT selama 3,7 bulan ke depan,” kata Kepala Perum Bulog NTT Eko Pranoto kepada ANTARA di Kupang, Sabtu(10/8).

Eko mengatakan, persediaan beras untuk memenuhi kebutuhan Hari Raya Idul Adha masih memadai di pasaran sehingga pihaknya tidak menggelar operasi pasar untuk stabilisasi harga.

“Permintaan beras di pasaran juga masih wajar dan harga juga masih stabil sehingga kami tidak lakukan operasi pasar secara khusus untuk Idul Adha ini,” katanya.

Dijelaskannya, persediaan beras Bulog sebagian besar dipasok dari luar daerah seperti dari Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Baca juga: Pasokan beras di NTT melimpah

Selain itu, lanjutnya, pasokan beras juga berasal dari produksi petani lokal di provinsi berbasiskan kepulauan itu dengan jumlah dari Janauri 2019 hingga saat ini sebanyak 1.675 ton.

“Beras lokal yang kami serap dari petani NTT ini juga lebih banyak kalau dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 1.587 ton,” katanya.

Eko mengatakan, pihaknya tidak khawatir akan terjadi kelangkaan beras di masyarakat karena selain persediaan Bulog, pasokan beras dari luar terutama dari  Sulawesi Selatan juga membanjiri pasaran.

Bahkan, lanjutnya, beras jenis medium yang dipasok melalui kapal-kapal kayu dari Sulawesi Selatan dijual dengan harga Rp8.500/kilogram atau di bawahnya, sementara harga jual dari Bulog NTT Rp8.600/kilogram.

Ia menambahkan, pasokan beras baik untuk kebutuhan Hari Raya Idul Adha maupun untuk kebutuhan sehari-hari selama musim kemarau ke depan dapat terpenuhi.

“Jadi untuk besar aman lah untuk kebutuhan selama beberapa bulan ke depan hingga memasuki akhir tahun nanti,” katanya.

Baca juga: Bulog NTT beli beras dari petani lokal sebanyak 403 ton
Baca juga: Bulog NTT serap 1.272 ton beras dari petani lokal
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar