Displin kunci kesembuhan pasien COVID-19 di Kabupaten Sikka

id COVID_19, NTT, Kota Kupang, Sikka

Displin kunci kesembuhan pasien COVID-19 di Kabupaten Sikka

Sejumlah pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh melampaikan tangan dan menyampaikan terima kasih kepada para perawat dan dokter setelah diijinkan boleh pulang ke rumah di halaman Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTT Kupang, NTT (8/6/2020). ANTARA /Kornelis Kaha.

Kesembuhan sejumlah pasien COVID-19 yang dirawat di RSUD TC Hiller itu karena mereka mempunyai semangat untuk sembuh dan juga punya disiplin yang kuat juga dalam menjaga imunitas tubuh mereka
Kupang (ANTARA) - Gugus tugas penanganan COVID-19 Kabupaten Sikka menyatakan bahwa kesembuhan 21 pasien positif COVID-19 di daerah itu akibat disiplin yang kuat dan mempunyai semangat untuk sembuh.

"Kesembuhan sejumlah pasien COVID-19 yang dirawat di RSUD TC Hiller itu karena mereka mempunyai semangat untuk sembuh dan juga punya disiplin yang kuat juga dalam menjaga imunitas tubuh mereka," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan penanganan COVID-19 Petrus Herlemus kepada ANTARA saat dihubungi dari Kupang, Senin, (6/7).


Baca juga: Sikka siapkan peralatan untuk pemeriksaan COVID-19

Hal ini disampaikan berkaitan dengan upaya yang dilakukan oleh gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 dalam rangka memberikan motivasi kesembuhan bagi pasien yang telah dinyatakan COVID-19.

Herlemus mengatakan bahwa selama ini, baik makanan dan penerapan aturan untuk istirahat bagi pasien COVID-19 sudah dilakukan sesuai dengan anjuran WHO.

Hal tersebut terbukti, karena dari total kasus 27 pasien positif, hingga saat ini 21 pasien telah dinyatakan sembuh, sementara enam pasien masih dirawat di ruang isolasi RSUD TC Hillers.

"Enam orang itu saat tes swab pertama negatif, namun saat tes swab kedua justru semuanya positif. Seharusnya sudah bisa sembuh semua," tutur dia.

Oleh karena itu ia mengimbau agar sejumlah pasien yang masih dirawat di ruangan isolasi COVID-19 harus mencontohi semangat sembuh dari pasien-pasien sebelumnya yang sudah sembuh dan sudah berkumpul dengan keluarganya.

"Ya.. kita selama ini pantau mereka terus, namun terkadang juga mereka tidak bisa atur waktu buat istirahat. Bahkan ada yang begadang sampai tengah malam," tutur dia.

Hal ini tentu saja ujar dia menggangu sistem imunitas tubuh para pasien yang masih diisolasi itu. Iapun menyampaikan baha kesembuhan pasien COVID-19 itu harus dari diri sendiri dan bukan dari orang lain.

Baca juga: Pemb Sikka terapkan tracing kontak intensif cegah penyebaran COVID-19

Iapun berharap agar saat tws swab berikutnya keenam pasien COVID-19 itu bisa negatif hasilnya sehingga kabupaten Sikka bisa kembali zona hijau.
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar