Telkomsel bantu 75 paket listrik bertenaga surya bagi warga Desa Wairara

id NTT,Telkomsel,Desa Wairara, Sumba Timur,Listrik tenaga surya

Telkomsel bantu 75 paket listrik bertenaga surya bagi warga Desa Wairara

Pihak PT Telkomsel bersama pemerintah dan warga di Desa Wairara, Kecamatan Mahu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, berpose bersama dalam kegiatan penyerahan bantuan sebanyak 75 paket penerangan listrik bertenaga surya. (ANTARA/HO-Telkomsel Bali Nusra)

Kami berharap bantuan penerangan listrik ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Wairara sehingga bisa meningkatkanĀ kualitas hidup yang lebih baik

Kupang (ANTARA) - PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) menyalurkan bantuan sebanyak 75 paket listrik bertenaga surya untuk memenuhi kebutuhan listrik warga di Desa Wairara, Kecamatan Mahu, Kabupaten Sumba Timur, Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur.

“Bantuan listrik bertenaga surya ini untuk menjawab kesulitan warga Wairara yang selama ini belum menikmati penerangan listrik untuk berbagai kebutuhan mereka,” kata General Manager General Manager Network Operation and Quality Management (NOQM) Bali Nusa Tenggara, Didi Djumardi dalam keterangan yang diterima di Kupang, Jumat (4/9).

Ia menjelaskan, 75 paket bantuan listrik bertenaga surya yang disalurkan ini di antaranya berupa lampu yang menggunakan inverter berkapasitas 750 watt yang didukung battery VRLA-12 volt 65 ampere.

Bantuan ini diserahkan beberapa hari lalu bersamaan dengan pengoperasian satu unit base transceiver system (BTS) USO berteknologi 4G LTE yang dibangun di Desa Wairara.

“Kami berharap bantuan penerangan listrik ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Wairara sehingga bisa meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik," kata Didi.

Sementara itu, Camat Mahu, Marthen K Lijang mengatakan dirinya mewakili pemerintah dan warga desa setempat memberikan apresiasi yang tinggi kepada Telkomsel atas bantuan listrik bertenaga surya ini sekaligus juga pengoperasian BTS 4G di Wairara.

“Ini merupakan sejarah baru bagi warga kami di Wairara yang merupakan desa terpencil di tengah bukit Mahu yang selama ini sangat merindukan listrik juga akses internet,” katanya.

Ia mengatakan, sebelum bantuan penerangan ini, aktivitas warga setempat hanya efektif dilakukan pada siang hari karena penerangan pada malam hari hanya mengandalkan lampu pelita yang membutuhkan biaya untuk membeli minyak tanah.

“Karena itu kami tentu sangat bersyukur atas bantuan penerangan ini ditambah lagi akses informasi yang sudah terbuka karena sudah ada internet dari BTS 4G yang sudah beroperasi,” katanya.

Baca juga: Telkomsel operasikan BTS 4G di Desa Wairara Sumba Timur
Baca juga: Telkomsel perluas jaringan broadband 4G di Flores Timur

Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar