PSSI Kirim Supervisor ke ETMC 2017 Ende

id ETMC

PSSI Kirim Supervisor ke ETMC 2017 Ende

El Tari Memorial Cup 2017 di Stadion Marilonga Ende, Flores

"Pengiriman tim supervisor wasit untuk memantau ETMC akan dilakukan saat sudah masuk dalam babak delapan besar, karena saat ini masih dalam babak penyisihan," kata Farry Djemi Francis.
Kupang (Antara NTT) - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengirimkan sejumlah tim supervisor wasit untuk memantau langsung kinerja wasit yang memimpin jalannya pertandingan El Tari Memorial Cup (ETMC) 2017 di Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

"Pengiriman tim supervisor wasit untuk memantau ETMC akan dilakukan saat sudah masuk dalam babak delapan besar, karena saat ini masih dalam babak penyisihan," kata Ketua Departemen Sport Intelegence PSSI Farry Djemi Francis saat dihubungi dari Kupang, Senin.

Menurutnya pengiriman tim supervisor wasit dari PSSI itu bertujuan untuk memantau kinerja dari wasit ETMC agar bisa memberikan pembinaan kelak secara lebih jauh.

Pengiriman wasit dari PSSI itu juga dalam rangka mengecek kelayakan umur dari seorang wasit dalam memimpin sebuah pertandingan sepak bola.

"Kami juga dapat informasi bahwa wasit-wasit yang memimpin jalanya pertandingan sepak bola ETMC sudah lebih dari 50 tahun," tuturnya.

Padahal sesuai regulasinya, seharusnya seorang wasit sepak bola umurnya harus berada di bawah 50 tahun agar bisa memimpin jalannya pertandingan dengan baik, sehingga tidak menimbulkan masalah saat pertandingan berlangsung.

Fary yang juga adalah pendiri Sekolah Sepak Bola (SSB) Bintang Timur yang berada di Kabupaten Belu itu mengaku tujuan pengiriman sejumlah tim supervisor wasit itu juga selain nantinya akan memberikan pembinaan, juga akan memberikan sanksi kepada para wasit jika diketahui melakukan kesalahan.

"Kalau ada kesalahan atau ada pelanggaran kode etik saat memimpin jalannya pertandingan, tentu wasitnya akan mendapatkan sanksi juga. Dan PSSI ingin agar `fair play` tidak hanya berasal dari pemain saja, tetapi juga dari panitia penyelenggara," tambahnya.

Ia juga mengatakan sudah saatnya wasit-wasit di NTT diberikan penyegaraan apalagi saat ini industri sepak bola NTT tengah terus berkembang setelah munculnya pemain-pemain NTT yang telah berada di klub-klub liga I.

Disamping akan mengirimkan tim supervisor wasit dari PSSI pusat, Farry yang juga ketua Komisi V DPR RI ini mengaku akan mengirim juga tim dua tim pemandu bakat yang akan memantau bakat-bakat pemain NTT yang bertanding dalam ETMC 2017 tersebut.

"Nanti mereka akan datang jika sudah masuk dalam babak empat besar. Ini juga merupakan tugas dari Departemen Sport Intelegence PSSI siapa tahu ada yang bisa direkrut untuk masuk dalam timnas," tambahnya.

Ia juga berharap agar ETMC 2017 bisa menjadi momen kebangkitan sepak bola NTT. Mulai dari tingkat usia dininya sampai pada yang paling senior.