Pemahaman wisatawan tentang cagar biosfer komodo masih minim

id Branding, NTT, Kota Kupang,Labuan Bajo

Pemahaman wisatawan tentang cagar biosfer komodo masih minim

Peluncuran Logo Branding Biosfer Komodo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT. (Antara/HO-BOPLBF)

Logo yang kita buat kemudian diluncurkan itu bertujuan agar mereka yang belum paham apa itu cagar biosfer Komodo bisa memahami. Masih banyak yang memahami bahwa cagar biosfer komodo itu hanya di taman nasional komodo saja dan juga seluruh pulau Flo
Kupang (ANTARA) - Kepala Balai Taman Nasional (BTN) Komodo Lukita Awang menyatakan peluncuran Logo Cagar Biosfer Komodo bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh wisatawan bahwa Cagar Biosfer Komodo tidak hanya TN Komodo saja atau pulau Flores saja tetapi juga mencakup beberapa wilayah yang luas.

"Logo yang kita buat kemudian diluncurkan itu bertujuan agar mereka yang belum paham apa itu cagar biosfer Komodo bisa memahami. Masih banyak yang memahami bahwa cagar biosfer komodo itu hanya di taman nasional komodo saja dan juga seluruh pulau Flores. Itu salah," katanya kepada ANTARA di Labuan Bajo, Kamis, (8/10).

Baca juga: BTN Komodo : Masalah sampah agar jadi kepedulian bersama

Hal ini disampaikan berkaitan sudah diluncurkannya Logo Branding Cagar Biosfer Komodo di Labuan Bajo yang sudah dilakukan pada Selasa (6/10) beberapa hari lalu.

Ia menjelaskan bahwa area utama cagar biosfer Komodo yang pertama di taman nasional komodo itu sendiri, sementara area pendukungnya di seluruh wilayah peta Manggarai Barat, kemudian sebagiannya juga berada di sebagai Pulau Sape, Bima NTB.

Semuanya itu sudah menjadi satu kesatuan sehingga jika berkunjung ke tiga daerah itu maka wisatawan harus menjaga budaya serta alam yang ada di daerah-daerah itu.

"Nah cagar biosfer komodo ini merupakan konsep pembangunan berkelanjutan yang mana ada harmoni antara manusia dan alam. Selama ini wisatawan yang datang hanya tahu TNK, Labuan Bajo saja, padahal wilayah cagar biosfer komodo ini sangat luas," tutur dia.

Zonasi cagar biosfer Komodo meliputi kawasan seluas 1,118,003 hektare, yang terbagi atas tiga zona pemanfaatan. Zona pertama atau zona inti seluas 173.300 hektare, zona kedua berperan sebagai penyangga yang meliputi kawasan seluas 288.353 hektare, dan zona ketiga adalah zona transisi seluas 656.341 hektare.

Ia mengatakan nantinya dengan adanya logo itu, maka akan menjadi branding tersendiri bagi ekonomi kreatif masyarakat di daerah itu. Sehingga ke depannya diharapkan seluruh produk-produk lokal akan ditempelkan logo itu sehingga wisatawan juga tahu bahwa cagar biosfer komodo itu sendiri.

"Nah kemarin sudah peluncuran. Nantinya jika ada produk-produk lokal nantinya logo itu akan dipasang di produk itu. Tujuannya agar mereka paham. Sebab selama ini wisatawan hanya tahu TNK. Nah harapannya agar semakin lama orang tinggal di sini," tutur dia.

Sementara itu Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) Shana Fatina mengatakan logo branding sebagai media promosi dan produk-produk ekonomi kreatif. Logo branding cagar biosfer Komodo seirama dengan rencana pengembangan pariwisata Labuan Bajo sebagai destinasi wisata premium di masa datang.

Baca juga: Labuan Bajo jadi pusat latihan SAR nasional

Selain itu, branding produk cagar biosfer bertujuan untuk memberikan valuasi atau menambah nilai produk yang dihasilkan sebuah wilayah cagar biosfer.

“Penambahan nilai tidak hanya ekonomi tetapi juga kualitas produk tersebut. Branding adalah bentuk pengakuan dan pemberian green image atas produk cagar biosfer Komodo,” kata Shana.
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar