• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Logo Header Antaranews ntt
Rabu, 21 Januari 2026
Logo Small Mobile Antaranews ntt
Logo Small Fixed Antaranews ntt
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Nasional
    • Kementrans menyiapkan Beasiswa Patriot  bagi 1.100 peserta dari 7 kampus

      Kementrans menyiapkan Beasiswa Patriot bagi 1.100 peserta dari 7 kampus

      Senin, 19 Januari 2026 12:49

      Antaranews kembali meraih Adam Malik Awards untuk media daring terbaik

      Antaranews kembali meraih Adam Malik Awards untuk media daring terbaik

      Rabu, 14 Januari 2026 11:24

      ANTARA mendukung TVRI gelar tayangan Piala Dunia 2026

      ANTARA mendukung TVRI gelar tayangan Piala Dunia 2026

      Jumat, 9 Januari 2026 17:37

      TVRI menyusun standar pelayanan baru untuk tiga layanan

      TVRI menyusun standar pelayanan baru untuk tiga layanan

      Kamis, 18 Desember 2025 14:16

      LKBN Antara kembali meraih predikat Badan Publik Informatif kategori BUMN

      LKBN Antara kembali meraih predikat Badan Publik Informatif kategori BUMN

      Selasa, 16 Desember 2025 9:47

  • Daerah
    • BMKG ajak masyarakat waspadai potensi gelombang tinggi 4 meter di perairan NTT

      BMKG ajak masyarakat waspadai potensi gelombang tinggi 4 meter di perairan NTT

      16 menit lalu

      BMKG: Waspadai banjir rob di wilayah NTT 21-23 Januari 2026

      BMKG: Waspadai banjir rob di wilayah NTT 21-23 Januari 2026

      17 menit lalu

      Wali Kota Kupang mendorong kader HMI semakin adaptif di era digital

      Wali Kota Kupang mendorong kader HMI semakin adaptif di era digital

      6 jam lalu

      Kemenag NTT dan Uskup Agung Kupang memperkuat mutu pendidikan keagamaan

      Kemenag NTT dan Uskup Agung Kupang memperkuat mutu pendidikan keagamaan

      15 jam lalu

      Kapolda NTT menyalurkan bantuan untuk balita penderita hidrosefalus

      Kapolda NTT menyalurkan bantuan untuk balita penderita hidrosefalus

      20 January 2026 11:40 Wib

  • Lintas Daerah
    • BMKG memprakirakan hujan sangat lebat--ekstrem guyur sejumlah daerah

      BMKG memprakirakan hujan sangat lebat--ekstrem guyur sejumlah daerah

      5 jam lalu

      Basarnas belum menemukan \"black box\" pesawat ATR

      Basarnas belum menemukan "black box" pesawat ATR

      15 jam lalu

      Operasi SAR pesawat ATR jatuh berhasil evakuasi korban kedua

      Operasi SAR pesawat ATR jatuh berhasil evakuasi korban kedua

      15 jam lalu

      Prajurit Marinir dikerahkan membantu proses evakuasi pesawat ATR 42-500

      Prajurit Marinir dikerahkan membantu proses evakuasi pesawat ATR 42-500

      23 jam lalu

      Sembilan unit SAR menyisir bukit curam Bulusaraung guna mencari korban ATR

      Sembilan unit SAR menyisir bukit curam Bulusaraung guna mencari korban ATR

      20 January 2026 11:51 Wib

  • Ekonomi
    • ASITA NTT menyarankan pelayaran kapal wisata parsial di Labuan Bajo

      ASITA NTT menyarankan pelayaran kapal wisata parsial di Labuan Bajo

      6 jam lalu

      BBWS NT II : Proyek Inpres irigasi 2025 di NTT sudah capai 85 persen

      BBWS NT II : Proyek Inpres irigasi 2025 di NTT sudah capai 85 persen

      23 jam lalu

      OJK menerbitkan aturan gugatan untuk perlindungan konsumen

      OJK menerbitkan aturan gugatan untuk perlindungan konsumen

      20 January 2026 11:56 Wib

      BBWS NT II pastikan pasokan air aman di tengah rehabilitasi irigasi

      BBWS NT II pastikan pasokan air aman di tengah rehabilitasi irigasi

      20 January 2026 11:40 Wib

      Gubernur NTT meminta maskapai mulai siapkan penerbangan internasional

      Gubernur NTT meminta maskapai mulai siapkan penerbangan internasional

      20 January 2026 7:28 Wib

  • Politik & Hukum
    • DVI identifikasi perempuan korban pesawat ATR merupakan Florencia Lolita

      DVI identifikasi perempuan korban pesawat ATR merupakan Florencia Lolita

      5 menit lalu

      KPK mendalami dugaan Sudewo jual beli jabatan selain tingkat desa

      KPK mendalami dugaan Sudewo jual beli jabatan selain tingkat desa

      3 jam lalu

      KPK membuka peluang periksa Ahmad Husein terkait kasus Bupati Pati Sudewo

      KPK membuka peluang periksa Ahmad Husein terkait kasus Bupati Pati Sudewo

      5 jam lalu

      KPK menduga Wali Kota Madiun Maidi menerima gratifikasi hingga Rp1,3 miliar

      KPK menduga Wali Kota Madiun Maidi menerima gratifikasi hingga Rp1,3 miliar

      5 jam lalu

      KPK: Bupati Sudewo diduga memanfaatkan kekosongan 601 jabatan perangkat desa

      KPK: Bupati Sudewo diduga memanfaatkan kekosongan 601 jabatan perangkat desa

      6 jam lalu

  • Kesra
    • Presiden Prabowo berencana bangun 10 universitas baru

      Presiden Prabowo berencana bangun 10 universitas baru

      6 jam lalu

      Wamenkomdigi: ANTARA berperan penting dalam mempublikasikan program pemerintah

      Wamenkomdigi: ANTARA berperan penting dalam mempublikasikan program pemerintah

      15 jam lalu

      Undana membuka dua prodi spesialis kedokteran pertama di NTT

      Undana membuka dua prodi spesialis kedokteran pertama di NTT

      15 jam lalu

      Kepala BGN: Pada 2025 terdapat 19.188 SPPG dan 55,1 juta penerima MBG

      Kepala BGN: Pada 2025 terdapat 19.188 SPPG dan 55,1 juta penerima MBG

      22 jam lalu

      Kemenag mengalokasikan anggaran KIP Kuliah Rp1,6 triliun bagi mahasiswa PTKN

      Kemenag mengalokasikan anggaran KIP Kuliah Rp1,6 triliun bagi mahasiswa PTKN

      19 January 2026 13:13 Wib

  • Olahraga
    • ASEAN Para Games 2025: Target realistis dan regenerasi atlet

      ASEAN Para Games 2025: Target realistis dan regenerasi atlet

      13 menit lalu

      ASEAN Para Games 2025:  Siti Alfiah sumbang emas pertama dari para renang dalam

      ASEAN Para Games 2025: Siti Alfiah sumbang emas pertama dari para renang dalam

      15 menit lalu

      Liga Champions - Napoli diimbangi Copenhagen, Bayer Leverkusen takluk dari Olympiacos

      Liga Champions - Napoli diimbangi Copenhagen, Bayer Leverkusen takluk dari Olympiacos

      5 jam lalu

      Liga Champions - Tottenham menang 2-0 kontra 10 pemain Borussia Dortmund

      Liga Champions - Tottenham menang 2-0 kontra 10 pemain Borussia Dortmund

      6 jam lalu

      Liga Champions - Sporting tekuk PSG 2-1

      Liga Champions - Sporting tekuk PSG 2-1

      6 jam lalu

  • Hiburan
    • Ridwan Kamil dan Atalia resmi bercerai

      Ridwan Kamil dan Atalia resmi bercerai

      07 January 2026 17:58 Wib

      Eksplor komedi Ernest Prakasa terhadap Vino G. Bastian

      Eksplor komedi Ernest Prakasa terhadap Vino G. Bastian

      14 December 2025 6:00 Wib

      Yuni Shara berdangdut, Rhoma Irama bawakan lagu Aladdin

      Yuni Shara berdangdut, Rhoma Irama bawakan lagu Aladdin

      14 December 2025 5:58 Wib

      Psikolog: Uang kerap digunakan sebagai alat regulasi emosi

      Psikolog: Uang kerap digunakan sebagai alat regulasi emosi

      02 December 2025 16:14 Wib

      Gary Iskak meninggal, sisakan duka yang mendalam bagi sahabat

      Gary Iskak meninggal, sisakan duka yang mendalam bagi sahabat

      29 November 2025 19:30 Wib

  • Internasional
    • NATO menghentikan berbagi informasi intelijen dengan AS, imbas isu pencaplokan Greenland

      NATO menghentikan berbagi informasi intelijen dengan AS, imbas isu pencaplokan Greenland

      20 January 2026 11:49 Wib

      PBB mendesak AS patuhi Piagam PBB di tengah klaim atas Greenland

      PBB mendesak AS patuhi Piagam PBB di tengah klaim atas Greenland

      17 January 2026 18:20 Wib

      Eropa dapat memboikot Piala Dunia 2026 untuk protes klaim AS atas Greenland

      Eropa dapat memboikot Piala Dunia 2026 untuk protes klaim AS atas Greenland

      17 January 2026 10:32 Wib

      Trump ancam tak dukung AS caplok Greenland bisa kena tarif tambahan

      Trump ancam tak dukung AS caplok Greenland bisa kena tarif tambahan

      17 January 2026 10:30 Wib

      Kemlu memfasilitasi pemulangan 96 WNI dari Arab Saudi

      Kemlu memfasilitasi pemulangan 96 WNI dari Arab Saudi

      16 January 2026 19:33 Wib

  • Artikel
    • Wartawan  tak bisa dipidana?

      Wartawan tak bisa dipidana?

      8 menit lalu

      Konflik Amerika Serikat-Iran, memori revolusi 47 tahun silam

      Konflik Amerika Serikat-Iran, memori revolusi 47 tahun silam

      18 January 2026 9:26 Wib

      Mencermati masa depan Pilkada di Indonesia

      Mencermati masa depan Pilkada di Indonesia

      14 January 2026 11:36 Wib

      Akhir kisah tiang monorel mangkrak puluhan tahun

      Akhir kisah tiang monorel mangkrak puluhan tahun

      14 January 2026 11:25 Wib

      Agar martabat masyarakat tidak tergerus bansos

      Agar martabat masyarakat tidak tergerus bansos

      14 January 2026 8:17 Wib

  • Foto
    • Penyediaan angkutan laut bagi penumpang ke wilayah Indonesia Timur

      Penyediaan angkutan laut bagi penumpang ke wilayah Indonesia Timur

      Pekerja migran Indonesia dideportasi dari Malaysia

      Pekerja migran Indonesia dideportasi dari Malaysia

      Alwi Farhan raih emas tunggal putra bulu tangkis SEA Games 2025

      Alwi Farhan raih emas tunggal putra bulu tangkis SEA Games 2025

      Syukuran HUT ke-6 Partai Gelora

      Syukuran HUT ke-6 Partai Gelora

      Pelepasan Tukik di Pantai Kelapa Tinggi

      Pelepasan Tukik di Pantai Kelapa Tinggi

  • Video
    • Jelang mudik Nataru, uji emisi gratis di Kupang sasar angkutan online

      Jelang mudik Nataru, uji emisi gratis di Kupang sasar angkutan online

      Bandara El Tari prediksi lonjakan penumpang Nataru capai 79 ribu orang

      Bandara El Tari prediksi lonjakan penumpang Nataru capai 79 ribu orang

      Sidang kasus Prada Lucky sampaikan penolakan tuntutan oditur militer

      Sidang kasus Prada Lucky sampaikan penolakan tuntutan oditur militer

      Kurangi paparan gawai, Kupang gelar festival permainan tradisional

      Kurangi paparan gawai, Kupang gelar festival permainan tradisional

      Sidang tuntutan 17 terdakwa penganiaya Prada Lucky diundur 10 Desember

      Sidang tuntutan 17 terdakwa penganiaya Prada Lucky diundur 10 Desember

Logo Header Antaranews NTT

Gelombang kedua COVID-19 di India mutlak dihindari (Indonesia)

id Kasus covid India, Gelombang kedua pandemi,Varian baru COVID-19 Rabu, 28 April 2021 14:57 WIB

Image Print
Gelombang kedua COVID-19 di India mutlak dihindari (Indonesia)

Suasana pembakaran massal jenazah pasien yang meninggal dunia akibat penyakit COVID-19 di sebuah krematorium di New Delhi, India 26 April 2021. (REUTERS/Adnan Abidi)

Prediksi menyebutkan India bakal menjadi yang terparah terjangkit virus corona. Tetapi kini India menjadi di antara negara yang berhasil menyelamatkan nyawa warganya

Jakarta (ANTARA) - Rata-rata kasus infeksi COVID-19 di India dalam satu pekan terakhir sampai 26 April 2021 terus menanjak sampai 330.000 per hari.

Angka itu melewati catatan tertinggi di dunia sebelum ini sebesar 300.669 yang terjadi di Amerika Serikat pada 8 Januari 2021, dan 15 kali lebih tinggi dari rata-rata kasus baru di Indonesia.

Tingkat kematian di India juga mengerikan. Statistik Johns Hopkins University menunjukkan, dalam satu pekan terakhir itu, rata-rata kematian di India adalah 2.481, jauh di atas rata-rata 706 kematian di AS dan 174 kematian di Indonesia.

Dan itu belum akan berakhir. Para ilmuwan Indian Institute of Technology memprediksi jumlah kasus aktif baru dalam gelombang kedua di India ini belum mencapai puncaknya karena baru akan terjadi pada 14-18 Mei.

Itu artinya, malapetaka belum akan mereda sampai setengah bulan ke depan.

Pada 14-18 Mei itu, kasus baru akan mencapai puncaknya 380.000 - 480.000 kasus, sementara rata-rata harian kemungkinan mencapai puncak 440.0000 kasus per hari pada 4- 8 Mei.

Angka-angka ini sungguh mengejutkan karena dua bulan lalu India sepertinya sudah berhasil menekan COVID-19 di mana jumlah kasus menurun 90 persen dari puncak gelombang pertama pandemi September tahun lalu.

Kini, India menjadi negara dengan situasi pandemi terburuk di dunia. Banjir foto, video dan kisah memilukan akibat serangan COVID-19 tumpah ruah ke seluruh dunia, menggambarkan situasi buruk di India itu.

Salah satunya tergambar dari banjir pesan pertolongan di media sosial, mulai dari pasien dan pengelola rumah sakit yang menjerit kekurangan pasokan oksigen, sampai dokter yang tanpa daya menyaksikan pasien meregang nyawa karena rumah sakit sudah tak mampu menanggung beban yang kian besar.

Tempat-tempat pembakaran mayat kewalahan karena harus bekerja sepanjang waktu sampai-sampai tungku pembakaran mayat meleleh oleh penggunaan yang melebihi kapasitas.

Ini semua gara-gara virus yang menyebar jauh lebih cepat, padahal tingkat infeksi yang tinggi di kota-kota besar sebelum itu seharusnya memberikan imunitas alami pada bagian besar warga.

Data antibodi yang menunjukkan banyak orang di kota besar seperti Delhi dan Chennai sudah terinfeksi sehingga otoritas cepat menyimpulkan fase terburuk pandemi sudah meninggalkan India.

Januari lalu jumlah kasus memang turun drastis sampai di bawah 15.000 kasus per pekan. Ini membuat Perdana Menteri Narendra Modi cepat berpuas diri.

"Prediksi menyebutkan India bakal menjadi yang terparah terjangkit virus corona. Tetapi kini India menjadi di antara negara yang berhasil menyelamatkan nyawa warganya," kata Modi dalam Forum Ekonomi Dunia, Januari itu.

Partai Bharatiya Janata pimpinan Modi setali tiga uang. Mereka memproklamirkan "India telah mengalahkan Covid".

Malah menjadi bumerang

Dan kehidupan pun kembali ke sebelum pandemi menimpa. Pesta-pesta dan pernikahan diadakan di mana-mana. Masker tak lagi dikenakan, aturan jaga jarak sosial dicampakkan. Acara politik, yakni pemilu, diselenggarakan dengan kampanye lapangan yang menciptakan kerumunan-kerumunan besar, lengkap dengan pawai jalanan.

Puncaknya, pemerintah mengizinkan acara keagamaan tahunan Kumbh Mela sehingga jutaan pemeluk Hindu tumpah ruah berkerumun di tepi Sungai Gangga di negara bagian Uttarakhand. Ada keinginan memberi pesan bahwa tak perlu khawatir kepada COVID-19.

Tapi itu malah menjadi bumerang. Mulai pertengahan Maret, jumlah kasus menanjak. Modi masih belum sadar juga. Dia menggelar kampanye terbuka yang menciptakan kerumunan besar di West Bengal pada 17 April.

Dia baru tersadar saat kasus meledak 300.000-an per hari dan merenggut ribuan nyawa per hari yang sebagian karena rumah sakit sudah tak mampu lagi merawat pasien yang jumlahnya mendadak menggunung. Alat dan obat terlalu sedikit untuk mereka yang sakit yang kian banyak saja.

Di Uttarakhand sendiri, jumlah kasus harian meroket dari 30-60 kasus pada Februari, menjadi 2.000 – 2.500 kasus pada April.

Padahal, menurut ilmuwan Rakesh Mishra dari Center for Cellular and Molecular Biology di Hyderabad, para pakar tak henti mengingatkan pandemi belumlah usai. "Tapi tak ada yang mau dengar," kata Mishra seperti dikutip National Geographic.

Mishra kini tengah meneliti apakah varian baru B1617 yang bermutasi di India menjadi biang keladinya.

Namun dugaan varian baru yang amat menular dan bisa mengelabui sistem kekebalan tubuh yang tercipta dari vaksinasi itu sebagai penyebab utama gelombang kedua, ditepis banyak kalangan. Dari uji coba awal sendiri, vaksin kemungkinan besar malah mampu melawan varian-varian baru termasuk B1617.

Lagi pula, negara-negara yang memiliki pasokan vaksin besar dan melakukan vaksinasi skala luas seperti Inggris dan Israel malah mengalami penurunan kasus yang signifikan.

Oleh karena itu, bagi Srinath Reddy, epidemiolog dari Public Health Foundation of India di New Delhi, justru aturan pembatasan COVID-19 yang kian longgar dan menurunnya disiplin masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan, menjadi biang kerok semua itu.

"Pandemi naik lagi dalam masyarakat yang sepenuhnya terbuka di mana orang bercampur baur, terus bergerak dan bepergian," kata Reddy.

Tiga faktor besar

Intinya, ada tiga faktor besar yang membuat gelombang kedua pandemi terjadi di India.

Pertama, cepat berpuas diri bahwa COVID-19 telah ditaklukkan sehingga rekomendasi ilmiah diabaikan justru ketika data-data belum lengkap mendukung proklamasi kemenangan melawan pandemi. Dan ini membuat semuanya lengah serta mengabaikan protokol kesehatan.

Tak seperti Arab Saudi yang hati-hati membuka lagi ibadah haji dalam skala pra pandemi atau China yang memangkas skala perayaan Imlek dua bulan lalu, India tidak mengambil tindakan pencegahan semacam itu sehingga kasus meledak lagi ketika jutaan orang berkerumun di tepi Sungai Gangga demi merayakan Kumbh Mela.

India tak siap menghadapi gelombang kedua karena rasa berpuas diri itu juga membuat mereka percaya diri mengekspor alat kesehatan dan vaksin ketika COVID-19 belumlah benar-benar ditaklukkan.

Maret lalu India menaikkan ekspor oksigen kesehatan sampai 734 persen. Akibatnya ketika kasus meledak, rumah sakit kelimpungan mencari oksigen dan kemudian menjadi salah satu penyebab tingginya angka kematian.

Baca juga: India akan menerima pengiriman pertama vaksin COVID-19 Rusia

India juga terlalu dini mengekspor 193 juta dosis vaksin ketika baru 10 persen penduduk yang divaksinasi, jauh dari persentase yang dibutuhkan untuk menciptakan kekebalan kelompok atau herd immunity. Lain dari itu, mengutip epidemiolog Ramanan Laxminarayan dari Universitas Princeton yang tinggal di New Delhi, kehadiran vaksin membuat India tak lagi waspada.

Kedua, adanya varian baru bermutasi ganda yang lebih mengerikan. Mengutip laman WHO, ketika virus menyebar luas dalam satu populasi dan menginfeksi banyak orang, maka mutasi virus kemungkinan meningkat.

Faktanya di India virus bermutasi menciptakan varian baru yang lebih menular, B1617, sekalipun asalnya bukan dari India. Dari data ilmiah, varian B117 yang pertama kali terlihat di Inggris, menjadi bentuk virus dominan di negara bagian Punjab. Varian Inggris itu diyakini menjadi pemicu infeksi yang kian menyebar dan mutasi yang akhirnya menciptakan varian B1617.

Menurut peneliti kesehatan Zarir Udwadia dari Hinduja Hospital & Medical Research Centre di Mumbai, kalau pada gelombang pertama ada salah satu keluarga positif tertular COVID-19, tidak serta satu keluarga itu positif. “Tapi sekarang jika satu keluarga terkena, maka sekeluarga itu dipastikan terpapar,” kata Udwadia dalam jurnal Nature.

Namun sebagian kalangan, salah satunya virolog Inggris dari Universitas Glasgow, David Robertson, menyanggah hal itu karena data sekuen yang ada belum cukup menyimpulkan varian baru menjadi faktor utama gelombang kedua India.

Ketiga, penetrasi vaksinasi yang rendah. India yang sebelum pandemi merupakan produsen vaksin terbesar di dunia terlalu cepat memutuskan ekspor ketika skala vaksinasi di dalam negeri masih rendah, hanya 9 dari setiap 100 warga yang sudah disuntik dosis pertama.

Itu belum cukup menciptakan kekebalan kelompok. Bahkan seandainya 1 miliar dosis vaksin COVID-19 yang saat ini tersedia di dunia digunakan semuanya di India, maka tetaplah belum cukup menciptakan kekebalan kelompok di negara itu.

Dengan asumsi semua vaksin mesti disuntikkan dalam dua dosis, walaupun vaksin Covid buatan Johnson & Johnson’s cuma memerlukan satu dosis, maka jumlah dosis yang bisa disuntikkan kepada warga India hanya bisa untuk 500 juta orang. Ini artinya masih ada 866 juta warga India lainnya yang belum divaksin.

Yang bisa dipetik Indonesia

Gelombang kedua pandemi di India mengajarkan janganlah cepat berpuas diri sehingga protokol kesehatan dicampakkan ketika data statistik sama sekali belum kuat mendukungnya.

Di negara-negara seperti AS dan beberapa negara Eropa, kasus baru meledak lagi akibat kerumunan akibat mengabaikan protokol kesehatan yang tercipta pada masa-masa seperti libur besar Paskah.

Sebaliknya, Arab Saudi mampu mengendalikan kasus baru karena dengan terukur mencegah terciptanya kerumunan besar, termasuk dalam kerangka menyelenggarakan kegiatan ibadah umroh dan haji.

Situasi COVID-19 di India itu juga memberi pesan bahwa vaksin dan vaksinasi bukan alasan untuk relaks. Lain dari itu, vaksinasi harus dipastikan berlangsung dalam skala luas.

Baca juga: Menkes sebut mutasi virus India sudah sampai di Indonesia

Metode vaksinasi juga sebaiknya diubah dengan memakai pola “menjemput bola” demi memastikan tak menciptakan ironi akibat sentra-sentra vaksinasi yang malah menciptakan kerumunan besar sehingga orang justru terpapar COVID-19 sewaktu antre vaksinasi seperti terjadi India. Selain itu, evaluasi dan kemajuan vaksinasi tak henti diinformasikan kepada publik.

Kasus di India itu juga bisa mengajarkan kepada Indonesia agar menahan dulu berbicara soal ekspor vaksin dan alat kesehatan dalam skala besar, walau masih dalam wacana, sebelum bagian terbesar penduduk sudah divaksin dan semua rumah sakit cukup alat serta cukup obat.

Terakhir, malapetaka COVID-19 di India juga mengajarkan agar awas kepada varian baru, apalagi varian baru acap menciptakan varian baru lainnya yang kadang lebih ganas seperti terjadi di India.

Baca juga: Jerman akan kirim oksigen dan bantuan medis ke India

Mempedulikan rekomendasi ilmiah dan tak kendor membendung infeksi, termasuk terus menerapkan pembatasan sosial dan menjaga ketat semua pintu masuk nasional, adalah di antara sekian cara yang mesti dilakukan Indonesia.

Varian India yang diyakini bermuasal dari varian Inggris itu memberi pelajaran bahwa longgarnya pengawasan di pintu masuk negara bisa menjadi awal untuk gelombang kedua yang sudah lama diprediksi lebih ganas daripada gelombang pertama.

Pewarta : Jafar M Sidik
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
  • facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • pinterest
Cetak

Berita Terkait

Menkeu Purbaya: Penempatan Rp200 triliun di Himbara bisa terserap sektor rill sebulan

Menkeu Purbaya: Penempatan Rp200 triliun di Himbara bisa terserap sektor rill sebulan

Selasa, 16 September 2025 13:09 Wib

Mantan Kapus Krisis Kemenkes diperberat hukumannya jadi 4 tahun penjara

Mantan Kapus Krisis Kemenkes diperberat hukumannya jadi 4 tahun penjara

Selasa, 5 Agustus 2025 12:17 Wib

Danantara: Kesepakatan membeli 50 pesawat Boeing sudah ada sebelum pandemi COVID-19

Danantara: Kesepakatan membeli 50 pesawat Boeing sudah ada sebelum pandemi COVID-19

Selasa, 29 Juli 2025 14:02 Wib

KPK mengusut harga barang yang disuplai untuk bansos presiden terkait COVID-19

KPK mengusut harga barang yang disuplai untuk bansos presiden terkait COVID-19

Selasa, 22 Juli 2025 11:36 Wib

Kemenkes: Sudah ada 179 kasus positif COVID-19 per minggu ke-24 Tahun 2025

Kemenkes: Sudah ada 179 kasus positif COVID-19 per minggu ke-24 Tahun 2025

Senin, 16 Juni 2025 11:03 Wib

Santos mengumumkan Neymar positif COVID-19

Santos mengumumkan Neymar positif COVID-19

Minggu, 8 Juni 2025 21:30 Wib

15 orang positif COVID-19 pada 2025 di Jakarta Selatan

15 orang positif COVID-19 pada 2025 di Jakarta Selatan

Kamis, 5 Juni 2025 12:07 Wib

Kemenkes menyiagakan fasilitas kesehatan antisipasi kenaikan COVID-19

Kemenkes menyiagakan fasilitas kesehatan antisipasi kenaikan COVID-19

Rabu, 4 Juni 2025 13:05 Wib

  • Terpopuler
Gubernur NTT: Ada perubahan skema PON XXII NTT-NTB

Gubernur NTT: Ada perubahan skema PON XXII NTT-NTB

15 January 2026 13:43 Wib

Polisi mendalami keterlibatan Piche Kota terkait kekerasan seksual

Polisi mendalami keterlibatan Piche Kota terkait kekerasan seksual

19 January 2026 18:28 Wib

BPBD mencatat 31 rumah terdampak cuaca ekstrem di Kota Kupang

BPBD mencatat 31 rumah terdampak cuaca ekstrem di Kota Kupang

19 January 2026 12:36 Wib

Penerbangan internasional di Bandara El Tari Kupang kembali mulai Februari 2026

Penerbangan internasional di Bandara El Tari Kupang kembali mulai Februari 2026

16 January 2026 6:47 Wib

  • Top News
Undana membuka dua prodi spesialis kedokteran pertama di NTT

Undana membuka dua prodi spesialis kedokteran pertama di NTT

OJK menerbitkan aturan gugatan untuk perlindungan konsumen

OJK menerbitkan aturan gugatan untuk perlindungan konsumen

Polisi mendalami keterlibatan Piche Kota terkait kekerasan seksual

Polisi mendalami keterlibatan Piche Kota terkait kekerasan seksual

KPK menangkap Wali Kota Madiun dalam OTT

KPK menangkap Wali Kota Madiun dalam OTT

Mahkamah Konstitusi: Sanksi pidana maupun perdata tak boleh jadi instrumen utama sengketa pers

Mahkamah Konstitusi: Sanksi pidana maupun perdata tak boleh jadi instrumen utama sengketa pers

ANTARA News NTT

Foto

Penyediaan angkutan laut bagi penumpang ke wilayah Indonesia Timur

Penyediaan angkutan laut bagi penumpang ke wilayah Indonesia Timur

Pekerja migran Indonesia dideportasi dari Malaysia

Pekerja migran Indonesia dideportasi dari Malaysia

Alwi Farhan raih emas tunggal putra bulu tangkis SEA Games 2025

Alwi Farhan raih emas tunggal putra bulu tangkis SEA Games 2025

Syukuran HUT ke-6 Partai Gelora

Syukuran HUT ke-6 Partai Gelora

Pelepasan Tukik di Pantai Kelapa Tinggi

Pelepasan Tukik di Pantai Kelapa Tinggi

Logo Footer Antaranews ntt
kupang.antaranews.com
Copyright © 2026
  • Home
  • Terkini
  • Top News
  • Terpopuler
  • Nusantara
  • Nasional
  • Daerah
  • Lintas Daerah
  • Artikel
  • Ekonomi
  • Politik Hukum
  • Kesra
  • Foto
  • Video
  • Ketentuan Penggunaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • BrandA
  • ANTARA Foto
  • Korporat
  • PPID
  • www.antaranews.com
  • Antara Foto
  • IMQ
  • Asianet
  • OANA
  • Home
  • Seputar NTT
  • Ekonomi
  • Politik & Hukum
  • Kesra
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Internasional
  • Foto
  • Video