Pempus bangun 10 jembatan senilai Rp300 miliar di NTT

id NTT,bencana seroja ,bangun jembatan,badai seroja

Pempus bangun 10 jembatan senilai Rp300 miliar di NTT

Seorang ibu dan anaknya di Desa Tunbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur harus melintasi jalan alternatif setelah jalan raya di daerah itu longsor akibat badai siklon tropis seroja pada Minggu (4/4/2021) lalu. (Antara/ Benny Jahang)

Masih ada delapan jembatan besar lainnya yang rusak akibat badai siklon seroja yang dipastikan dibangun dalam tahun ini
Kupang (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera membangun 10 jembatan senilai Rp300 miliar yang rusak akibat terdampak bencana alam badai siklon tropis seroja di Nusa Tenggara Timur.

"Ada 10 jembatan besar di Nusa Tenggara Timur yang rusak akibat hantaman badai siklon tropis seroja segera dibangun tahun ini," kata Kepala Biro Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur, Marius Ardu Jelamu di Kupang, Senin, (10/5).

Ia menyebutkan beberapa jembatan yang segera dibangun pada 2021 seperti jembatan Termanu di Kabupaten Kupang dan jembatan Benenai di Kabupaten Malaka.

"Masih ada delapan jembatan besar lainnya yang rusak akibat badai siklon seroja yang dipastikan dibangun dalam tahun ini,"tegasnya.

Marius Ardu Jelamu mengatakan, pemerintah pusat mengelontorkan anggaran sebesar Rp300 miliar untuk proses pembangunan sepuluh jembatan itu.

Dia menambahkan pembangunan 10 jembatan itu dilakukan dalam tahap masa rehabilitasi dan rekonstruksi dampak kerusakan akibat bencana alam badai siklon tropis seroja di NTT.

Menurut Marius, para kontraktor yang mengerjalan 10 jembatan itu sudah berada di NTT untuk memulai pembangunan jembatan itu.

Ditargetkan pembangunan jembatan itu selesai dilakukan pada akhir tahun 2021.

"Pembangunan kembali 10 jembatan itu dilakukan agar kegiatan sosial ekonomi masyarakat kembali mengeliat," tegas Marius.

Baca juga: Validasi data korban bencana seroja di NTT tuntas

Baca juga: BNPB serahkan bantuan dana tunggu hunian untuk kabupaten Kupang
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar