PDIP Bisa Usung Cagub dari Luar

Pewarta : id PDIP

Frans Lebu Raya

Kupang (Antara NTT) - Ketua DPD PDI Perjuangan Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya mengatakan pihaknya bisa mengusung bakal calon gubernur dari luar partai untuk bertarung dalam ajang Pilgub Nusa Tenggara Timur pada 2018.

"Biasanya calon yang diusung itu adalah kader partai, tapi kalau tidak ada kader maka partai bisa mengusung dari luar," kata Frans Lebu Raya yang juga Gubernur Nusa Tenggara Timur itu kepada pers di Kupang, Selasa.

Ia mengatakan saat ini partai berlambang banteng gemuk moncong putih itu sedang berproses untuk menentukan keputusan siapa bakal calon gubernur yang akan diusung.

"Sampai hari ini belum ada keputusan dari DPP untuk menetapkan siapa calon yang diusung dari partai," katanya.

Ketika ditanya terkait dengan salah satu nama selain kader partai, yaitu Lusia Adinda Dua Nurak, ia mengatakan nama tersebut sudah diusulkan ke Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan di Jakarta.

"Kalau Ibu Lusia memang dari hasil rapat kerja daerah, semua kabupaten mengusulkan namanya, dan selanjutnya sudah kami teruskan ke DPP," katanya.

Ia menjelaskan poses penepatan calon selain kader partai tetap melalui mekanisme yang sama, seperti pengujian rekam jejak dan didasari pada hasil survei internal.

Setelah dilakukan survei, maka partai itu segera memutuskan nama calon yang bakal diusung pada Pilgub NTT 2018.

Ia menjelaskan PDIP mempunyai mekanisme penjaringan calon gubernur melalui sistem yang telah diatur dalam partai, di antaranya proses penjaringan melalui uji rekam jejak intergritas yang menghasilkan ukuran atau kapasitas calon.

"Jadi masih berproses, yang jelas dari semua calon yang diusulkan ke pusat itu nanti yang keluar dari satu nama, tidak mungkin dua atau tiga nama, satu nama itu nantinya, baik kader atau bisa juga di luar kader," katanya.

Wakil Ketua DPD PDIP Niko Frans secara terpisah, menjelaskan dalam forum rapat kerja daerah PDIP NTT beberapa waktu lalu, ada sejumlah nama yang teraspirasi menjadi bakal calon gubernur.

Ia menyebut dari sejumlah nama yang ada yang menggunakan mekanisme pendaftaran, yakni Kristo Blasin, Raymundus Sau Fernandes, dan Daniel Tagu Dedo.

Mereka yang teraspirasi tetapi tidak mendaftar, antara lain Lusia Adinda Dua Nurak, Andre Hugo Pareira, Nelson Matara, dan Gusti Demon Beribe.

"Namun dari semua nama yang teraspirasi itu, hanya Lusia Adinda yang belum menyatakan sikap, apakah menerima atau tidak dengan aspirasi internal partai itu," katanya.

Pihaknya meminta isteri Gubernur NTT tersebut menyikapi aspirasi internal itu, karena tidak mencalonkan diri pada tahapan pendaftaran.

"Sikap Lusia Adinda Dua Nurak sangat diperlukan sehingga DPD sangat leluasa memberi argumentasi saat pertemuan bersama dengan DPP. Dengan demikian, partai dapat memutuskan figur mana yang dinilai laik untuk diusung. Apalagi semua tahapan dan mekanisme telah dijalankan, tinggal menunggu keputusan DPP," katanya. 
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar