Umat muslim diminta dukung pembangunan NTT

id Idul Fitri

Umat muslim bersalam-salaman usai mengadakan ibadah shalat Id di lapangan Kuanino, kota Kupang. (Foto Antara/Benny Jahang)

Tinggalkan kepentingan pribadi dalam membangunan bangsa sehingga terwujudnya kehidupan masyarakat di NTT yang sejahtera,"
Kupang (AntaraNews NTT) - Khatib Haji Muhamad Kabir Betan mengatakan, umat Muslim di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, agar berperan aktif dalam pembangunan bangsa dengan melepaskan segala kepentingan pribadi untuk terwujudnya kesejahteraan rakyat di daerah itu.

"Tinggalkan kepentingan pribadi dalam membangunan bangsa sehingga terwujudnya kehidupan masyarakat di NTT yang sejahtera," kata khatib Muhamad Kabir Betan saat melakukan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1439 Hijriah di lapangan TNI AD Kuanino, Jumat (15/6).

Ia mengatakan, bangsa Indonesia membutuhkan adanya dukungan umat beragama demi terwujudnya kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

"Mari kita wujudkan agar kehidupan rakyat Indonesia menjadi lebih sejahtera. Kita perlu terlibat aktif dalam berbagai kegiatan pembangunan agar kehidupan masyarakat Indonesia terutama di NTT menjadi lebih sejahtera," kata Betan.

Baca juga: Idul Fitri perkokoh persaudaraan

Ia mengatakan, harmonisasi kehidupan umat beragama di NTT yang begitu kokoh harus tetap terjaga dengan baik karena kerukunan hidup bersama yang penuh dengan kekeluargaan sebagai modal keberhasilan pembangunan di daerah berbasis kepulauan itu.

"Kita harus memupuk semangat toleransi dan rasa kekeluargaan yang terus terjaga dengan baik di NTT ini," tegas Betan.

Kegiatan Shalat Idul Fitri 1439 Hijriah di lapangan TNI AD Kuanino diikuti ratusan umat muslim yang sebagian besar merupakan anggota TNI AD Korem 161/Wirasakti Kupang.

Hadir dalam kegiatan Sholat Idul Fitri itu, Komandan Korem 161/Wirasakti Kupang, Brigjen (TNI), Tegu Muji Angkasa serta umat muslim dari sekitar Kelurahan Naikoten II serta Kuanino, Kota Kupang.

Baca juga: 601 Personel TNI Amankan Idul-Fitri
Pewarta :
Editor: Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar