Pemkab Kupang latih nelayan tradisional

id pelatihan bagi nelayan,antisipasi kecelakaan laut

Pemkab Kupang latih nelayan tradisional

Nelayan tradisional

 "Pelatihan lebih difokuskan pada upaya memberikan pemahaman bagi pemimpin kapal tentang bagaimana menjaga keselamatan di laut. Pelatihan penting dilakukan sebagai langkah pemerintah dalam mengantisipasi terjadinya kecelakaan laut dialami nelayan-nel


Kupang, (AntaraNews NTT) - Puluhan nelayan tradisional di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur mengikuti pelatihan tentang cara memimpin kapal yang baik pada saat sedang melaut agar bisa terhindari dari kecelakaan di wilayah perairan laut.



Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Angkutan Darat, Dinas Perhubungan, Kabupaten Kupang, Gerson Elia kepada wartawan di Noelbaki, Selasa, (7/8) mengatakan, pelatihan yang diikuti 30 orang nelayan di daerah itu, guna membekali pemimpin kapal tentang dasar-dasar penyelamatan saat melaut.



Ia mengatakan, peserta yang ikut dalam pelatihan merupakan pemilik kapal berukuran tonase kurang dari tujuh ton dari Kecamatan Sulamu dan Kupang Tengah.



 "Pelatihan lebih difokuskan pada upaya memberikan pemahaman bagi pemimpin kapal tentang bagaimana menjaga keselamatan di laut. Pelatihan penting dilakukan sebagai langkah pemerintah dalam mengantisipasi terjadinya kecelakaan laut dialami nelayan-nelayan di Kabupaten Kupang," tegas Gerson.



Gerson mengatakan, pelatihan diikuti 30 orang nelayan di Kabupaten yang berbatasan dengan Oecusse, Timor Leste itu berlangsung tiga hari sejak 7 hingga 9 Agustus 2018.



 "Melalui pelatihan ini diharapkan 30 orang pemimpin kapal itu memiliki pengetahuan tentang bagaimana menjaga keselamatan ketika sedang berada di laut. Dalam pelatihan diberikan pengetahuan terkait penggunaan fasilitas penyelamatan selama berlayar," tegas Gerson.



Menurut Gerson, setiap tahun pemerintah Kabupaten Kupang memberikan pelatihan terhadap pimpinan kapal sebagai upaya pencegah terjadinya kecelakaan laut yang dialami masyarakat di daerah itu.



Gerson berharap para pemimpin kapal di Kabupaten kupang akan lebih waspada terhadap terjadi kecelakaan laut.



 "Kami melakukan kegiatan ini bukan karena ada kasus kecelakaan tetapi sebagai upaya pemerintah dalam mencegah terjadinya kecelakaan laut. Potensi kecelakaan selalu ada sehingga perlu di waspadai melalui upaya pencegahan dilakukan pimpinan kapal," tegas Gerson.