Irigasi Raknamo untuk persawahan Manusak

id OESAO

Kekeringan melanda sekitar 2.000 hektare lahan persawahan di Desa Oesao, sekitar 26 km arah timur Kota Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur. (ANTARA Foto/Benny Jahang)

"Pembangunan irigasi sepanjang enam kilometer itu menelan biaya sekitar Rp30 miliar yang bersumber dari APBN," kata Roberto DS Araujo.
Kupang (AntaraNews NTT) - Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II sedang membangun saluran irigasi dari Bendungan Raknamo sepanjang enam kilometer untuk mengairi areal persawahan di Desa Manusak dan Raknamo serta sebagian kawasan persawahan di Kali Doki, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, NTT.

"Pembangunan irigasi sepanjang enam kilometer itu menelan biaya sekitar Rp30 miliar yang bersumber dari APBN," kata Pelaksana Teknik Pembangunan Irigasi Raknamo, Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, Roberto DS Araujo ketika ditemui Antara di Kupang, Jumat (12/10).

Araujo menjelaskan pemerintah belum membangun saluran irigasi menuju kawasan persawahan Oesao dan Nunkurus yang saat ini mengalami kekeringan, karena debit air Bendungan Raknamo tidak mampu menjangkau kawasan persawahan tersebut.

"Debit air dari Bendungan Raknamo tidak bisa menjangkau Oesao sehingga kami tidak membangun saluran irigasi menuju kawasan persawahan Oesao karena dikhawatirkan menjadi mubasir," katanya.

Ia mengatakan pembangunan irigasi dari Bendungan Raknamo yang sedang berlangsung saat ini, lebih difokuskan ke kawasan persawahan di Desa Manusak, Kali Doki dan Desa Raknamo, dimulai dari tahun 2017.

"Pada 2017, kami telah membangun saluran irigasi sepanjang delapan kilometer, dan tahun ini kami lanjutkan enam kilometer dengan anggaran sebesar Rp30 miliar, dan berharap agar segera rampung," katanya.

Baca juga: 2.000 hektare lahan sawah di Oesao kekeringan
Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang, NTT

 
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar