Gubernur Viktor Laiskodat ingatkan jajarannya serius tangani DBD
Senin, 3 Agustus 2020 19:57 WIB
Ilustrasi penyemprotan guna mencegah penyebaran DBD. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Kupang (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Laiskodat, mengingatkan jajaran pemerintahannya agar serius menangani masalah penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang terus merenggut nyawa warga di provinsi berbasiskan kepulauan ini.
"Kita tahu bahwa setiap saat berhadapan dengan yang namananya demam berdarah, tetapi kok korban mati terus, bahkan bertambah," katanya, di Kupang, Senin (3/8) petang.
Ia mengatakan, pada 2020 ini sudah ada 54 orang korban yang meninggal dunia akibat DBD sehingga pada 2021 harus nol kasus kematian.
Baca juga: Delapan warga di Kota Kupang meninggal akibat DBD
Karena itu, lanjut dia, perlu berbagai upaya berupa kerja yang besar, gerakan di lapangan, serta kampanye-kampanye yang hebat untuk melatih masyarakat agar terhindar dari serangan DBD.
"Masyarakat harus dilatih untuk hidup bersih, dilatih untuk tidak ada jentik-jentik nyamuk sampai pada tingkat RT. Dan itu kerjanya bagaimana? yah kerja capek yang luar biasa. Design pekerjaan juga harus sangat luar biasa, kalau tidak warga kita mati lagi," katanya.
Menurut dia,, masalah yang dihadapi setiap tahun seharusnya bisa diatasi secara baik secara cepat dengan perubahan cara berpikir dan bekerja di jajaran birokrasi.
Baca juga: Menteri PPN: Labuan bajo harus nol kasus DBD
Ia mencontohkan persoalan lain, di antaranya benih dan pupuk serta kasus kematian ibu dan anak yang terjadi setiap tahun yang tidak boleh terjadi lagi.
Dia menegaskan dalam pemerintahannya cara kerja lama dalam birokrasi harus diubah karena cara yang salah maka hasilnya juga akan salah. "Harus ada langkah-langkah luar biasa, percepatan-percepatan, semangat ini yang harus kita bangun kembali dengan tim kerja yang solid," kata Laiskodat.
"Kita tahu bahwa setiap saat berhadapan dengan yang namananya demam berdarah, tetapi kok korban mati terus, bahkan bertambah," katanya, di Kupang, Senin (3/8) petang.
Ia mengatakan, pada 2020 ini sudah ada 54 orang korban yang meninggal dunia akibat DBD sehingga pada 2021 harus nol kasus kematian.
Baca juga: Delapan warga di Kota Kupang meninggal akibat DBD
Karena itu, lanjut dia, perlu berbagai upaya berupa kerja yang besar, gerakan di lapangan, serta kampanye-kampanye yang hebat untuk melatih masyarakat agar terhindar dari serangan DBD.
"Masyarakat harus dilatih untuk hidup bersih, dilatih untuk tidak ada jentik-jentik nyamuk sampai pada tingkat RT. Dan itu kerjanya bagaimana? yah kerja capek yang luar biasa. Design pekerjaan juga harus sangat luar biasa, kalau tidak warga kita mati lagi," katanya.
Menurut dia,, masalah yang dihadapi setiap tahun seharusnya bisa diatasi secara baik secara cepat dengan perubahan cara berpikir dan bekerja di jajaran birokrasi.
Baca juga: Menteri PPN: Labuan bajo harus nol kasus DBD
Ia mencontohkan persoalan lain, di antaranya benih dan pupuk serta kasus kematian ibu dan anak yang terjadi setiap tahun yang tidak boleh terjadi lagi.
Dia menegaskan dalam pemerintahannya cara kerja lama dalam birokrasi harus diubah karena cara yang salah maka hasilnya juga akan salah. "Harus ada langkah-langkah luar biasa, percepatan-percepatan, semangat ini yang harus kita bangun kembali dengan tim kerja yang solid," kata Laiskodat.
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur NTT menegaskan proses hukum pihak memanipulasi data warga miskin
13 February 2026 18:36 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
KPK umumkan penjadwalan ulang Gubernur Jatim Khofifah sebagai saksi dalam persidangan
10 February 2026 13:43 WIB
KPK menindaklanjuti laporan masyarakat soal dugaan korupsi Gubernur Jambi Al Haris
09 February 2026 15:10 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Kemenag mempercepat implementasi wajib halal di Kabupaten Sumba Timur NTT
11 February 2026 13:59 WIB
Undana dan GMIT kolaborasi perkuat ketahanan pangan dan pendidikan di NTT
09 February 2026 19:20 WIB