Kemenparekraf minta pelaku usaha di Labuan Bajo kembangkan pemasaran daring

id Kemenparekraf, umkm, pelaku usaha, pelatihan, labuan bajo, manggarai barat, ntt, flores

Kemenparekraf minta pelaku usaha di Labuan Bajo kembangkan pemasaran daring

Kemenparekraf jalankan Program Pembangunan Pariwisata Terintegrasi dan Berkelanjutan (P3TB) berupa pelatihan pemasaran online dan peningkatan kualitas layanan di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Kamis (30/3/2023). (ANTARA/HO-BPOLBF)

Selain itu mampu memasarkan produknya secara luas dan pada akhirnya nanti dapat meningkatkan pendapatan usahanya...
Flores Timur (ANTARA) -
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) meminta para pelaku usaha di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, meningkatkan volume usaha dengan mengembangkan pemasaran dalam jaringan (daring).
 
"Telah ada pelatihan untuk memberikan dukungan bagi pelaku usaha di wilayah Labuan Bajo yang sudah terdaftar di platform online agar meningkatkan kehadiran online dan kualitas layanan pelaku usaha pariwisata sehingga membantu meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar usaha dari para peserta," kata Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf, Martini Mohammad Paham dihubungi dari Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Rabu, (12/4/2023).
 
Kemenparekraf aktif memberikan pelatihan bagi pengembangan usaha para pegiat ekonomi kreatif di Labuan Bajo, Manggarai Barat.
 
Salah satunya lewat Program Pembangunan Pariwisata Terintegrasi dan Berkelanjutan (P3TB) berupa pelatihan pemasaran daring dan peningkatan kualitas layanan di Labuan Bajo, 30 Maret 2023.
 
Berbagai kegiatan pelatihan yang diberikan bertujuan untuk memberikan dukungan kepada pelaku usaha agar mampu memanfaatkan peluang ekonomi di sektor pariwisata yang semakin mengandalkan teknologi digital.
 
 
Selain itu pelatihan diberikan agar adanya peningkatan kualitas standar pelayanan dari pelaku usaha.
 
Kemenparekraf telah memberikan pelatihan pada 85 pelaku ekonomi kreatif di Labuan Bajo yang tersebar dalam usaha akomodasi, objek wisata, restoran/kuliner, aktivitas wisata dan industri kreatif.
 
Beberapa hal yang telah dibagikan antara lain tentang Digital Mindset yakni mengapa dan bagaimana saluran daring dapat meningkatkan omzet usaha, serta Digital Toolset seperti google business profile sebagai alat dasar bagi pelaku UMKM dan perkakas digital yang dapat digunakan dalam mendukung usaha.
 
Selain itu ada pula pengenalan platform online perjalanan yang dapat digunakan dalam mendukung usaha dan Digital Skillset seperti workshop langkah-langkah melakukan pendaftaran ke platform online perjalanan serta cara-cara mengelola reputasi usaha di platform online perjalanan.
 
Lewat program pelatihan tersebut, kata Martini, Kemenparekraf berharap adanya keberhasilan para peserta pelaku usaha parekraf untuk onboarding di platform online seperti Google Bussiness dan Tripadvisor.
 
"Selain itu mampu memasarkan produknya secara luas dan pada akhirnya nanti dapat meningkatkan pendapatan usahanya," ucap Martini.

Baca juga: Flores Timur jadikan Festival Bale Nagi sebagai momen bangun daerah

Baca juga: Wamenparekraf sebut PP 24/2022 permudah pelaku ekraf dapat pembiayaan


 


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemenparekraf minta usaha di Labuan Bajo kembangkan pemasaran daring